Kabar Nasional – Teka – Teki Kaburnya 4 Napi Asing dari Lapas Kerobokan

 

Aparat Kepolisian Resor Badung melakukan pemeriksaan kepada 12 orang saksi guna untuk melengkapi dokumen dari kasus kaburnya empat orang napi dari Lapas Kelas II A Kerobokan, Bali.

“Saksi yang diperiksa ada 12 orang, 10 orang dari petugas LP Kerobokan dan dua orang yang merupakan teman napi yang melarikan diri,” ujar AKP Mikael Hutabarat, Kasat Reskrim Polres Badung, di LP Kerobokan, Kabupaten Badung, seperti yang dilansir di Antara.

Menurutnya, sebenarnya pengamanan di LP selama ini juga sudah sesuai dengan standar pengamanan, sementara hasil pemeriksaan beberpa saksi masih akan didalami lagi lebih lanjut. Pihaknya juga telah melakukan pengecekan terhadap kepastian terowongan yang diduga menjadi jalan kaburnya keempat narapidana dari LP Kerobokan.

“Kami sudah melakukan pengecekan pada terowongan dan terowongan itu tembus. Tetapi akan coba kami cek lagi nanti,” kata dia.

Dugaan kuat sementara dari pihak kepolisian, keempat napi yang berhasil kabur itu menggunakan lubang terongan yang tembus ke sisi barat Lapas untuk kabur. Di terowongan tersebut, petugas juga menemukan garpu dan ember yang berada dilubang yang diduga kuat dijadikan jalur kaburnya keempat napi dari Lapas Kerobokan.

Hasil penyelidikan yang dilakukan sebelumnya, terowongan yang diduga di gali oleh para narapidana yang kabur dari Lapas tersebut berdiameter 50 cm x 75 cm dengan panjang gorong – gorong 15 meter yang tembus ke sisi barat Lapas menuju Jalan Raya Maertanadi, Kerobokan Kelod, Kuta Utara.

Keempat tahanan asing yang menghuni Lapas Kelas II-A Denpasar Kerobokan, Badung, Bali, pada hari Senin 19 Juni 2017, berhasil kabur dari sel dengan cara membobol tembok bagian barat lapas.

“Meraka kabur dengan cara melubangi tembok sebelah barat Lapas yang juga merupakan bekar parit,” jelas Tonny Nainggolan, Kepala Lapas Kerobokan.

Keempat tahanan asing yang berhasil kabur tersebut adalah Shaun Edward Davidson alias Michael John Bayman alias Eddie Lonsdale (33) waga negara Australia yang menjalani hukuman terkait kasus pelanggaran keimigrasian dengan sisa pidana dua bulan.

Kermi alias Dimitar Nikolov Iliev (43) warga negara Bulgaria dengan kasus pembobolan ATM dengan cara skimming dengan sisa pidana lima tahun

Sayed Mohammed Said (31) warga India dengan kasus narkotika yang masih mempunyai sisa penahanan 12 tahun dari vonis yang dijatuhkan 14 tahun penjara. Terakhir adalah Tee Kok King Bin Tee Kim Sai (50) warga negara Malaysia yang mempunyai kasus narkotika dan mempunyai masa penahanan enam tahun.

Be Sociable, Share!