Kabar Nasional – Temuan Baru Dalam Penggalian Harta Karun Gaib

 

Perburuan harta karun gaib yang disinyalir di Dusun Muara, Desa Tikke, Tikke Raya, Sulawesi Barat, akhirnya sedikit membuahkan hasil. Seperti apa yang dijelaskan oleh Wakapolres Mamuju Utara KompoI Minardi, penggalian dugaan harta karun tersebut menggunakan eskavator masih mentok di kedalaman tiga meter. Hal tersebut dikarenakan ditemukan bidang datar di dasar galian tersebut.

“Bidang datar itu sangat keras sehingga alat berat yang dipakai tidak mampu untuk menggali lagi lebih dalam,” ungkap Kompol Mihardi, saat dikomfirmasi, Rabu (08/02/2017).

Kompol Minardi juga memaparkan bahwa bidang datar tersebut mempunyai ukuran yang besar. Dia memperkirakan mempunyai ukuran lebar berkisar 13 meter sampai 15 meter.

“Dari keterangan yang didapatkan dari warga yang turun langsung  melihat ke dasar galian, memperkirakan ukuran lebarnya mencapai 13 sampai 15 meter, dan mempunyai ketinggian sekitar 3 meter,serta panjangnya belum bida diidentifikasi secara pasti karena masih dibungkus oleh tanah,” jelas Kompol Mihardi.

Jika dilihat dari bentuk dan ukurannya, bisa diprediksi harta karun gaib tersebut merupakan bunker atau kotak besi yang besar. Akan tetapi, benda itu bisa juga terowongan, atau mungkin sebuah pelindung pipa.

“Kalau dilihat dari ukuran dan bentuknya, benda itu kemungkinan sebuah bunker, atau bisa jadi tanggul, atau terowongan pipa,” kata Mihardi.

Serupa dengan pendapat dari Kompol Mihardi, Ansar salah satu warga yang juga ikut proses penggalian dan turun langsung untuk melihat kedalam dasar galian beberapa waktu yang lalu, dirinya melihat temuan bunker.

“Sudah ada tanda – tandanya, saya langsung melihat ke dasar ada bunker dibawah akan tetapi waktu itu sudah keburu sore, sehingga penyelaman dihentikan. Air laut juga lagi pasang dan menutupi lubang yang telah digali,” ucap Ansar bebeapa waktu yang lalu.

Sementara itu, Kepala Desa Tikke Tamrin juga menjelaskan bahwa beberapa hari selama pencarian mempunyai kendala air yang secara terus menerus menutupi lubang galian. Menurut dia, dalam proses penggalian sehari hanya mempunyai waktu dua jam saja, sebelum lubang galian itu tertutup oleh air lagi.

“Pencarian itu terkendala oleh air yang turus menutupi lubang galian, apalagi air dalam keadaan pasang,” kata dia.

Maka dari itu, untuk sementara ini proses oenggalian masih ditunda sambil menunggu mesin untuk menghisap air yang ada di lubang galian. “Intinya masih dipikirkan secara matang – matang untuk proses penggalian lebih lanjut,” tambah dia.

Be Sociable, Share!