Kabar Nasional Terbaru – Alasan Salim Kancil Dan Tosan Kebal

Adanya suatu peristiwa yang sangat keji, yaitu dari penganiayan sang pria yang berjasa menjadi aktivis tambang beberapa hari lalu di Lumajang telah menimbulkan beragam kontroversial. Hal tersebut yang disebabkan karena salah seorang aktivis yang bernama Salim dengan sebutan Salim Kancil ini di aniaya sampai tewas. Ada suatu pertanyaan yang mendasar akan kejadian tersebut. Di mana dari Salim Kancil yang tidak mempan untuk di bacok dan di gergaji dengan cara biadab oleh sekitar puluhan preman pro tambang pasir. Maka berada di di saat akhirnya Salim meninggal dunia karena membabi buta.

Memberikan tanggapan akan hal tersebut, salah satu dari rekan dekatnya Salim Kancil, yang bernama Abdul Hamid menampik suatu dugaan adanya suatu ilmu hitam yang sudah di pelajari oleh Kancil.

“Tidak mengerti adanya suatu keajaiban Allah tentunya. Semua yang mempunyai kesaktian itu adalah Allah. Karena memang dari kita mempunyai suatu tujuan bagus, bukanlah untuk anarkis maka dari itu beliau mendapatkan payung dari Allah. Murni dari gerakan masyarakat anti tambang karena mereka  akan merusak lingkungan,” terang dari Abdul Hamid yang disebutkan kepada wartawan setelah di temui berada di sekitar rumah duka Salim Kancil, hari ini Rabu (30/9/15).

Adapun hal yang sama juga sudah terjadi kepada Tosan. Tosan yang telah di arak dari kediamannya oleh puluhan orang yang menuju ke lapangan milik dari lingkungan setempat yang letaknya berada di samping Desa Selok Awar-awar. Dengan sangat bengisnya para preman-preman tersebut, Tosan yang sudah sempat untuk di gilas oleh pelaku menggunakan motor dengan beberapa kali.

“Pak Tosan yang  juga ukurannya mati oragnya. Dirinya yang sudah beberapa kali di pukuli pacul dan di lindas motor akan tetapi masih kuat,” terang dari orang warga setempat tersebut.

Walaupun pada akhirnya Tosan yang langsung kritis dan di rawat berada di Puskesmas Pasirian lalu di rujuk ke Rumah Sakit Saiful Malang. Untuk saat ini dirinya masih berada di ruang ICU untuk menjalani rawatan intensif.

About The Author