Kabar Nasional – Terdakwa Kasus Pemerkosaan dan Pembunuhan EF Akan Divonis Mati

Imam Hapriadi dan Rahmat Arifin telah diputuskan dengan hukuman mati dari pihak majelis hakim dari Pengadilan Negeri Tangerang dari kasus pemerkosaan & pembunuhan  kepada seorang karyawati yang memiliki inisial EF usia 19 tahun saat di Kosambi, Kabupaten Tangerang.

Dari sidang putusan ataupun vonis yang telah diberikan terjadi pada hari Rabu, 08/02/2017 siang. “Menjatuhkan terdakwa yang  bernama Imam hapriadi & Rahmat Arifin dengan hukuman mati yaitu sesuai dengan adanya tuntutan dari jaksa penuntut hukum,” jelas Ketua Majelis hakim yaitu Irfan Siregar.

Arifin telah dijerat dari Pasal 340 KUHP (Kitab Undang-undang Hukum Pidana) yaitu tentang sebuah embunuhan yang berencana dan juga pasal 285 KUHP yaitu tentang pemerkosaan, dan sedangkan untuk Imam hanyalah dijerat dari psal 340 KUHP saja.

Irfan tealh mengungkapkan, dari majelis tentang fakta persidangan telah membuktikan bahwa keduanya ini telah memenuhi unsure dari pembunuhan yang berencana dan juga pemerkosaan kepada EF. Ada salah satu pemenuhan unsure pembunuhan yang berencana ini telah dibuktikan dari pengakuan ke-2 terdakwa disaat persidangan silam.

“Bahwa terdakwa telah mengatakan,”sudah bunuh dia saja (EF) jika dia tidak mati, maka kita pun juga akan ditangkap, seperti itu,” jelas Irfan.

Irfan juga telah menuturkan tak ada hal lainnya yang akan meringankan ke-2nya selama adanya persidangan dari  tahun 2016 silam. Semuanya fakta dipersidangan telah memberatkan ke-2nya, termasuk juga disaat masih tak mengakui bahwa mereka bersalah walaupun smeua bukti telah mengarah kepada ke-2nya.

Pembunuhan kepada EF yang bermula disaatRA merupakan pacar dari EF telah berkunjung di tempat tinggal EF yaitu berada di mes karyawan dari PT Polyta Global Mandiri yaitu yang ada di KOsambi, Kab. Tangerang pada bulan Mei silam.

Disaat itu, RA datang disana disaat tengah malam. Berada di dalam kamarnya, kemudiankeduanya juga sempat bercumbu. Tapi, merekapun akhirnya berselisih paham dikarenakan Ef sudah menolak ajakan RA agar bisa berhubungan badan.

Setelah adanya penolakan itu RA telah keluar dari mes & kemudian menemui Arifin dan juga Imam. Merekaqpun akhirnya sepakat untuk pergi ke kamar EF kemudian menyiksa wanita itu. dari ketiganya masuk dan kemudian membekap dan juga menyiksa serta telah memperkosa EF. Sampai pada akhirnya Ef telah dibunuh dengan menggunakan pacul yang telah diambil yang tak jauh dari mesnya.

RA akhirnya telah divonis lebih dahulu dengan adanya hukuman 10 tahun penjada dari Pengadilan Negeri Tangerangdi bulan Juni 2016 silam. RA juga telah dianggap memenuhi unsure dari pembunuhan berencana & juga dikenakan hukuman maksimal karena masih dibawah umur, yaitu setengah dari adanya ancaman hukuman maksimal dari orang dewasa.

About The Author