Kabar Nasional – Tewas Ditembak Suami, Staff BNN Tak Tahan Hidup Susah? (Part II)

 

Pelaku, kata Dicky hanya mengakui saja jika dirinya menembak punggung istrinya di rumah kontrakan mereka yang ada di Perumahan River Valley, Bogor.

Diduga kuat, pembunuhan pegawai Diklat BNN itu dipicu oleh cekcok masalah rumah tangga, juga sikap kasar yang sering dilakukan istri kepada suaminya.

Pembantu rumah tangga pasangan suami istri itu, kepada tetangga korban juga mengungkapkan, hampir setiap kali bertemu pasutri itu selalu saja cekcok. Bahkan, malam sampai pagi hari sesaat sebelum kejadian, keduanya juga bertengkar hebat.

“Pokoknya asal mereka ketemu selalu berantem. Taman safari tuh sampai keluar semua. Padahal, di Taman Safari enggak semua ada juga kan?” kata pembantu korban, seperti yang diungkapkan oleh Eva. Maksudnya Taman Safari merupakan makian yang menggunakan nama binatang.

Selain kata – kata kasar, tak jarang juga cekcok diantara mereka berujung dengan penyiksaan fisik yang dilakukan oleh Indria kepada suaminya.

Dalam sebuah video rekaman yang diduga video pertengkaran korban dengan suaminya, yang mulai beredar pada tanggal 4 September, terdengar jelas suara seorang wanita yang diduga korban (Indria) berteriak – teriak sambil memaki seorang pria yang diduga Akbar.

Dalam rekaman video yang berdurasi 27 detik tersebut, si wanita mengatakan malu dan tidak mau naik mobil odong – odong serta tinggal di rumah kontrakan. Perepmpuan yang diduga Indria itu terlihat juga menagih janji mobil baru dari suaminya.

“Mana sekarang mobil manaa? Mana Mobilnya? Mana Mobilnya sekarang? Lu tu ya buktiin aja enggak lu. Yang ini, yang itu, Cuma bacot aja semuanya. Coba mana bacot lu yang sudah terealisasi, mana bacot lu yang udah kebukti. Enggak ada satu pun,” teriak wanita itu dengan nada marah.

Pada pertengkaran hebat itu, wanita itu berkali – kali juga memaki dan menyebut suaminya dengan nama – nama binatang. Sementara pria yang diduga kuat adalah Akbar, terlihat diam tak melayani amukan si wanita. “Ya baru kemarin itu, jangan dipukul – pukul terus, dong” kata dia.

“Saya hanya bisa berusaha. Saya memberikan nafkah sesuai dengan kemampuan saya,” kata pria tersebut.

Be Sociable, Share!