Kabar Nasional -Tiga Kapal Vietnam Berhasil Di Tenggelamkan

Dari tiga kapal asing yang sudah masuk ke perairan Indonesia untuk bisa mencuri ikan berbendra Vietnam kini sudah berhasil untuk di tenggelamkan Pemerintah dengan menggunakan penyidik Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) yang bekerja sama dengan TNI Angkatan Laut berada diperairan Anambas, Kep. Riau berada di Jumat (5/12/14).

Dari kapal-kapal asing tersebut memang sebelumnya sudah di tangkap keran sudah melanggar hokum karena telah melakukan penangkapan ikan yang berada di wilayah laut Indonesia. Seperti ungkapan dari Panglima Komando RI Armada Wilayah Barat, yang bernama Laksamana Muda TNI Widodo, mengeksekusi ketiga kapal asing ini adalah bagian dari proses hokum yang sudah berlaku berada di Indonesia khususnya dalam menegakkan hukum berada di perairan laut.

“Sebab dari mereka yang sudah menangkap ikan berada di pengelolaan perikanan Indonesia dengan cara illegal,” terang dari Widodo yang di temui berada di atas kapal KRI Sultan Hasanudin pada saat memimpin proses eksekusi penenggelaman berada di Perairan Tanjung Pedas, Anambas, Kepulauan Riau, Jumat 5/12/14.

Widodo juga menjelaskan, adanya tiga kapal asing itu yang sudah di tangkap oleh KRI IBL-383 pada Minggu 2 November 2014, berada di pukul 22.00 WIB. Kapal tersebut yang sudah berhasil untuk di tangkap pada saat menjering ikan berada di perairan laut Indonesia jaraknya ±25 NM dari Tarempa, Kepulauan Anambas.

“Setelah bisa di periksa adanya kapalikan asing itu tidak mempunyai adanya perizinan atau dokumen alias masih bodong atau menjadi penangkapan ikan illegal,” terangnya lagi.

Berdasarkan dari hasil temuan tersebut, yang kini masih di lakukan adanya penyidikan dan di serahkan langsung ke proses hukum kepada Kejaksaan Negeri Tarempa, Kabupaten Kepulauan Anambas. Dari semua kapal tersebut juga sudah di tetapkan oleh Pengadilan Negeri Ranai untuk bisa segera di musnahkan atau langsung di tenggelamkan.

“Sebelumnya semua awak kapal yang memang sudah di amankan. Proses penangkapan awak kapalasing tersebut memang sudah termasuk dalam prosedur hukum yang kini telah berlaku, tidak adanya suatu tindakan yang bersewenang-wenangnya,” tegasnya.

About The Author