Kabar Nasional – Ucapan Selamat Erdogan Menjadi Nada Sambung di Turki

 

Kejadian unik terlah terjadi di Turki pada Sabtu dini hari 15/7/2017. Kejadian tersebut ialah nada sambung dari banyak telepon di Turki merupakan ucapan selamat dari Erdogan. Ada banyak warga yang melakukan panggilan telepon, telah mendapati suara dari orang nomor satu di Turki, Recep Tayyip Erdogan.

Sebagaimana yang telah diberitakan oleh AFP, suara dari Presiden Turki tersebut berisikan ucapan selamat sebagai perayaan atas gagalnya kudeta yang coba dilakukan pada tanggal 15 Juli 2016 silam.

Suara dari Erdogan telah muncul ketika warga selesai memencet nomor telpon tujuan. Apabila mungkin biasanya akan mendengar nada tunggu dari pihak operator seluler, masyarakat justru mendengar suara dari presiden yang telah dilantik pada tahun 2014 silam.

“Sebagai Presiden, saya telah mengirimkan ucapan selamat di Hari Nasional Demokrasi serta Persatuan 15 Juli sembari berharap apabila para martir dirahmati serta para pahlawan kudeta tersebut diberikan kesehatan dan juga kesejahteraan,” ucap Erdogan pada nada tunggu itu.

AFP pun melaporkan apabila suara Erdogan bisa didengar pada jaringan operator telekomunikasi paling besar yang ada di Turki, Turkcell. Tetapi, harian The Hurriyet telah menyebutkan apabila Erdogan juga telah muncul pada jaringan telekomunikasi Vodafone.

“Pengguna telepon yang ingin berbincang, telah mendapatkan kejutan berupa suara dari Erdogan,” sebagaimana yang diberiktan oleh The Hurriyet.

Turkcell pun telah mengirimkan pesan singkat pada para pelanggannya yang menjanjikan adanya data internet ekstra dengan gratis pada 15 Juli. Hal itu untuk merayakan atas gagalnya kudeta yang terjadi pada tahun lalu.

Namun, ucapan tersebut telah ditanggapi dengan sinis oleh Aykut Erdogdu yang merupakan oposisi Erdogan. Hal tersebut telah diungkapkan oleh Aykut pada akun media sosial miliknya.

“Cukup sekarang. Bahkan anda telah mendapatkannya pada telepon. Bagiamana anda bisa mendapatkan penghinaan yang seperti ini. Ini ibarat merasakan mimpi buruk,” ujar Aykut.

Kudeta yang coba dilakukan pada 15 Juli 2016 telah terjadi sesudah faksi militer telah menyatakan akan mengambil alih Turki. Mengetahui hal itu, pemerintah yang dipimpin oleh Erdogan pun menyerukan para rakyat untuk melakukan perlawanan.

Be Sociable, Share!