Kabar Nasional – Wiranto Menyebutkan Kekerasan pada Wartawan itu Tidak Direncanakan

Wiranto selaku Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan telah menyebutkan apabila tindakan kekerasan yang telah menimpa wartawan, biasanya telah terjadi tanpa ada perencanaan sebelumnya. Sejumlah pelaku atau pun oknum aparat juga kelompok masyarakat.

“Saya sampaikan bahwasannya yang melaksanakan tersebut merupakan oknum aparat birokrasi, keamanan atau pun ormas juga oknum. Namun saya katakan bahwa itu tidak direncanakan,” ungkap Wiranto ketika ditemui pada Klub Eksekutif Persada, Jakarta Timur pada Rabu 12/4/2017.

Dirinya juga mengingatkan apabila wartawan juga perlu untuk menyeimbangkan hak serta kewajiban supaya aksi kekerasan itu tidak akan terulang kembali. Begitu pula dari pihak pemerintah atau pun organisasi kemasyarakatan juga perlu untuk menghormati wartawan ketika melaksanakan peliputan.

Wiranto juga menjelaskan apabila pada UU No 40 tahun 1999 terkait pers telah dijelaskan bahwasannya pemerintah tak berhak untuk melakukan pemberendelan maupun menghalangi kerja dari jurnalistik. Menurutnya, para wartawan juga mempunyai hak guna menyiarkan informasi dan menyampaikan pendapat, baik secara tulisan maupun lisan.

Meski pun demikian, Wiranto juga mengungkapkan apabila hak wartawan ketika meliput serta menyampaikan informasi pun tetap mempunyai batasan. Wiranto menyebutkan bila dinegara manapun, Indonesia juga, masih ada batasannya.

“Apa itu birokrat, media memiliki kesadaran, keamanan, memiliki hak dan kewajiban. Dirinya (oknum keamanan) ingat bahwasannya dirinya tidak memiliki hak untuk melarang, namun dirinya memiliki hak untuk mengingatkan apabila dirasa wartawan tersebut melanggar,” kata Wiranto.

Memang sering kali telah terjadi konflik kepentingan diantara wartawan yang tengah ingin meliput suatu peristiwa dengan aparat keamanan maupun birokrasi. Sehingga, Wiranto pun menambahkan bila perlu adanya sinergi diantara wartawan dengan aparat keamanan, birokrasi dan ormas guna mencegah terjadinya kekerasan pada wartawan.

“Kekerasan bukannya sesuatu yang dianjurkan,” katanya.

Apa yang diungkapkan oleh Wiranto itu tentu saja tidak lepas dari kejadian pada Rabu dini hari 12/7/2017. Haritz Ardiansyah yang merupakan jurnalis media elektronik telah mengalami kekerasan ketika tengah meliput banjir pada kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Dirinya telah mendapatkan intimidasi orang yak dikenalnya ketika mengambil gambar dengan latar suasana banjir.

About The Author