Kabar Olahraga – Dibagikan Secara Gratis, Tiket Pemakaman Muhammad Ali Malah Dijual Kembali

Dari sepeninggalan Muhammad Ali, petinju dunia menjadi kabar duka seluruh dunia kini memberikan berita terbarunya. Adanya tiket gratis yang sudah di bagikan untuk mereka yang ingin melihat langsung atau menyaksikan sang petinju legendaris Muhammad Ali tersebut telah di nodai dengan adanya perilaku licik dan curang. Dimana dari beberapa pemilik tiket yang mendapatkan tiket itu di jualnya kepada publik.

Padahal berasal dari keluarga Ali sudah memberikan ada sebanyak 50 ribu lembar tiket yang di berikan secara gratis agar bisa saksikan pemakaman sang petinju legenda tersebut, petinju berkulit hitam berasal dari Amerika Serikat. Bahkan dari tiket tersebut yang langsung dengan segera habis di buru dalam antrean satu jam saja. Ada sebagian besar para penggemar Muhammad Ali sudah memilih untuk bisa menginap semenjak malamnya agar bisa segera mengamankan tiket tersebut semenjak dini. Setiap orang hanya bisa mendapatkan 4 lembar tiket saja.

Akan tetapi saat ini tiket-tiket tersebut sudah mulai marak di perjual belikan dengan sistem jual beli online di internet. Bahkan juga ada yang memberikan harga pada tiket gratis itu sebesar 50 USD per lembarnya. Melihat berasal keterangan yang ada, menyebutkan kepada ESPN, pihak keluarga dari Muhammad Ali yang bernama Bob Gunnell memberikan pengakuan kalau dirinya sangat kecewa dan memberikan kecaman akan aksi untuk penjualan tiket itu. Gunnel  memberikan ketegasan kalau penjualan tiket yang terjadi ini adalah bentuk pelanggaran hukum.

“Saya secara pribadi sangat jijik dan sangat kaget kalau ada seseorang yang telah mencoba untuk mendapatkan keuntungan berasal dari upacara pemakaman Muhammad Ali,” terang dari Gunnell.

“Harapan dari saya kepada orang-orang yang mengerti masalah ini tidaklah baik untuk membeli tiket itu. Hal ini disebabkan Muhammad Ali inginkan kalau acara ini di berikan secara gratis dan terbuka untuk siapapun orangnya,” terangnya lagi.

Muhammad Ali sendiri akan di makamkan berada di Cave Hill, Louisville, Kentucky, AS hari Jumat besok waktu setempat.

About The Author