Kabar Otomotif – Kerugian Airbag Takata Mencapai Lebih Dari US$ 500 Juta

Sebanyak US$553 juta telah digelontorkan 4 produsen kendaraan rodak empat pada upaya penyelesaian atas kasus airbag Takata. Keempat produsen itu  setuju, apabila dana itu untuk menangani kerugian ekonomi mencakup pemilik 16 juta kendaraan.

Dana yang sudah dikeluarkan tersebut memang harus segera digelontorkan karena adanya potensi kerusakan kaleng dari airbag Takata dalam sejumlah merek kendaraan, sebagaimana berdasarkan dari dokumen pengadilan yang sudah diajukan pada pekan lalu.

Jumlah itu telah dibagi pada empar produsen mobil, mengutip dari AutimotiveNews yang telah dibagi kepada Subaru US4 68 juta, Mazda US$ 76 juta, BMW US$ 131 juta dan Toyota US$ 278,5 juta. Sementara itu, pengacara mengucapkan untuk Nissan, Ford dan Honda, tuntutan hukum masih belum diselesaikan.

Pada kekuatan berlebihan, Takata Inflator bisa meledak, setelah melepaskan pecahan peluru logam pada dalam truk dan mobil yang sudah dipasangkan. Atas insiden itu, sudah terjadi sedikitnya 16 korban meninggal sera ada 180 orang yang mengelami cedera ada seluruh penjuru dunia.

Ada sekitaran 100 juta inflator sudah ditarik kembali atas keluaran 19 merk mobil. Hal ini menjadi recall pada industri otomotif terbesar sepanjang sejarah dari satu masalah keamanan.

Mazda, BMW, Subaru dan Toyota pada pernyataannya telah mengatakan bahwasannya sudah sepakat untuk menyelesaikannya. Mengingat cakupan, ukuran serta tingkat keparahan recall Takata. Meski pun demikian, mereka masih tetap tak mengakui sepenuhnya kesalahan tersebut. Apabila disetujui oleh Hakim yang ada di Florida, mereka pun meminta untuk diawasi oleh administrator yang sudah ditunjuk oleh pihak pengadilan.

Penyelesaian itu meliputi program penjangkauan guna menghubungi pemilik kendaraan. Kompensasi atas kerugian ekonomi, termasuk untuk biaya selain uang saku, kemungkinan adnaya pembayaran distribusi hingga US$500, penyesuaian serta perpanjangan garansi dan juga mobil sewaan bagi sejumlah pemilik kendaraan sampai dengan program dukungan pelanggan untuk proses perbaikan.

Dari jumlah US$553 juta tersebut, setiap produsen akan memakai sekitaran US$ 50 juta untuk menyediakan mobil sewaan. Para pemilik kendaraan yang telah memperoleh recall, pun bisa mendapat ganti atas upah hilang, biaya transportasi serta perawatan anak.

About The Author