Kabar Perang Dunia – Arab Saudi Tolak Tuntutan Iran Atas Serangan Ke Yaman

Dari pihak Arab Saudi yang berada di hari Minggu lusa kemarin (12/4/15) di mana menolak kalau pihaknya akan mengakhirir serangan udara terhadap para pemberontak Syiah Huthi, adanya sekutu Iran yang berada di negara tetangganya, Yaman.

Ayatollah Ali Khamenie, seorang pemimpin tertinggi dari Iran di akhir pekan lalu memberikan ketegasan kalau pihaknya yang melakukan serangan udara di luncurkan koalisi pimpinan Arab Saudi adalah kejahatan dan genosida.

Akan tetapi dari menteri luar negeri Arab Saudi yang bernama Saud al-Faisal menyebutkan kalau dari pihaknya menegaskan kalau memang tidak datang ke Yaman untuk kepentingan mereka sendiri.

“Kami yang tidak akan datang ke Yaman untuk suatu kepentingan kami sendiri. Kami berada di Yaman untuk bisa memberikan bantuan kepada pemerintah yang sah, memulihkan adanya pemerintahan Presiden Yaman Abd-Rabbu Mansour Hadi, yang dimana baru ini melarikan diri ke Arab Saudi sementara dari negaranya yang mengalami suatu kekacauan yang semakin di terpa kemiskinan. Iran tidak bertanggung jawab akan adanya keadaan dari Yaman,” terang dari Menlu Arab Saudi yang disebutkan kepada wartawan berada di dalam jumpa pers yang berada di Riyadh.

Arab Saudi sendiri yang diketahui penduduknya mayoritas adalah anggota Sunni, berada di hari Sabtu menyebutkan bahwa setidaknya sebesar 500 pemberontak Syiah yang sudah tewas berada di dalam pertempuran perbatasan antara Arab Saudi dan Yaman semenjak dari koalisi Arab Saudi yang meluncurkan serangan udara di akhir bulan yang lalu melawan para pemberontak Huthi yang saat ini berusaha untuk menguasai Yaman.

Pernyataan yang sudah di sebutkan dari kementrian pertahanan Arab Saudi yang tidak terperinci adaya suatu cara dari penghitungan korban yang sudah tewas dalam pertempuran tersebut. Akan tetapi berasla dari juru bicara koalisi yang sebelumnya berada di hari tersebut memberikan suatu pernyataan kalau koalisi yang sudah melancarkan adanya 1.200 serangan udara yang terjadi antara 26 Maret dan Sabtu tengah hari, termasuk juga adanya serangan mendadak terhadap kota pelabuhan Aden berada di Yaman bagian selatan, dimana sudah menewaskan sebanyak 22 orang.

About The Author