Kabar Peristiwa – Beberapa Aksi Perampokan Ramlan Butarbutar

 

Perampokan yang berujung dengan pembunuhan yang dilakukan oleh seorang laki-laki (45), bernama Ramlan Butarbutar mengiris hati. Kejadian tersebut bertempat di Pulomas, Pulogadung, Jakarta Timur. Dari informasi yang diketahui bahwa Ramlan sudah sering melakukan aksi perampokan diberbagai daerah Depok dan daerah lainnya.

Dan saat ini ia melakukan perampokan di kediaman Dodi Triono di Jalan Pulomas Utara, Nomor 7A, Jakarta Timur. Dari informasi yang didapatkan, perampokan kali ini menewaskan enam korban yaitu Dodi Triono (59), Diona Arika Andra Putri (16), Dianita Gemma Dzalfayla (9), teman Gemma yaitu Amel serta dua sopir yaitu Yanto dan Tasrok. Terdapat lima korban yang selamat yaitu Zanette Kalila Azaria (13), Emi (41), Fitriani (23), Santi (22) dan juga Windy (23).

Diketahui bahwa kawanan Ramlan Butarbutar adalah perampok target rumah mewah. Setelah dilakukan penyidikan dengan menggunakan rekaman CCTV, keterangan saksi dan juga menggunakan anjing pelacak, membuktikan bahwa kasus pembunuhan tersebut bermotif perampokan. Pasalnya beberapa barang berharga yang dimiliki oleh pemilik rumah, seperti emas telah hilang.

“Berkaitan dengan perampokan ini, kan ada spesialis-spesialis. Kalau dia spesialis barang mewah, enggak mungkin dia ngambil mobil, enggak mungkin dia ambil yang lainnya,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes yaitu Argo Yuwono.

Tidak hanya itu saja, Ramlan juga sudah pernah ditangkap oleh pihak kepolisian Satreskrim Polresta Depok pada tahun 2015. Ketika ditangkap, Ramlan bersama dengan dua orang yaitu Johny Sitorus serta Posman Andi atau Sihombing. Ketiga dari pelaku tersebut ternyata memiliki hubungan kakak beradik, yaitu Johny Sitorusa dengan Sihombing.

“Mereka dalam satu berkas,” ucap Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Depok, Priatmaji Dutaning Prawiro.

“Tapi berkas untuk Ramlan dipisah atas surat yang kami terima dari kepolisian,” tambahnya.

Apabila berkas kedua pelaku tersebut sudah P21, maka kasusnya dapat dinaikkan untuk melakukan persidangan. “Kami menerima surat pembantaran dari kepolisian untuk Ramlan,” katanya.

Untuk tersangka Ramlan, pihaknya belum bisa memproses lebih lanjut. Hal tersebut dikarenakan hingga saat ini kejaksaan masih belum mendapatkan tersangka serta barang bukti yang saat ini masih berada di kepolisian.

“Jadi dia belum naik ke persidangan,” katanya.

Be Sociable, Share!