Kabar Peristiwa – Ditetapkannya Ahok Sebagai Tersangka Penistaan Agama

 

Akhirnya kasus yang melibatkan mantan gubernur DKI Jakarta yaitu Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok membuahkan hasil. Dugaan ada penistaan yang dilakukan Ahok ketika itu sudah terbukti kebenarannya, dan saat ini Ahok sudah di tetapkan sebagai tersangka.

Keputusan tersebut juga dijelaskan oleh Menteri dalam Negeri yaitu Tjahjo Kumolo, bahwa Ahok harus bisa menerima keputusan dengan bijak yang pasti Ahok juga harus mengetahui dan memahami keputusan Polri tersebut. Apa saja yang telah diputuskan KPK, Kejaksaan, Kepolisian, itu semua merupakan kewenangan penegak hukum. “ Saya bisa memastikan bahwa dengan menjadi warga Negara yang baik, Ahok akan bisa memahami serta menerimanya”, kata Tjahjo ketika di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Hal tersebut juga diungkap oleh Mantan Sekretaris Jenderal PDIP, bahwa pihak Bareskrim tidak akan sembarangan untuk memutuskan status tersangka kepada Ahok. Pastinya semua sudah dipikirkan dan dipertimbangkan dengan sebaik mungkin. Semua pihak yang bertugas dalam kasus Ahok ini juga meminta pertimbangan kepada para ahli bahasa, ahli agama, dan juga pelapor serta terlapor. Semua para ahli sudah didatangkan, semoga kasus ini dapat berjalan dengan lancar. Keputusan ini merupakan yang paling tepat yaitu Inchracht, jika ingin banding atau tidak. Untuk masalah pencalonan di Pilgub DKI 2017, dengan adanya penetapan tersangka kepada Ahok, menurut Tjahjo tidak ada pengaruhnya sama sekali. Berdasarkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (KPU), saat ini Ahok masih sah untuk menjadi calon gubernur DKI Jakarta.

Dalam kasusnya ini, Ahok telah dijerat dengan Pasal 156 a KUHP Jo Pasal 28 ayat 2 Undang-undang (UU) Nomor 11 pada tahun 2008 tentang ITE. Komjen Pol Ari Dono Sukmanto mengatakan bahwa pihaknya menerima 14 laporan tentang Basuki atau Ahok sudah melakukan penistaan agama. Laporan tersebut ia terima sejak 6 Oktober dan pada tanggal 10 Oktober pihak kepolisian sudah mulai melakukan penyelidikan. Dari semua informasi yang ada, kasus dengan dugaan penistaan agama tersebut membuat Ahok terjerat dengan perkataannya sendiri mengenai Surat Al- Maidah ayat 51 ketika sedang ada di Pulau Pramuka. Mulai saat itu, kasusnya semakin menjadi dan puncaknya pada 4 November 2016, semua umat Islam di Indonesiaa menggelar demontrasi besar-besaran untuk menentang Ahok.

Be Sociable, Share!