Kabar Peristiwa – Tentang Insiden Penembekan Mahasiswa Jember, Ini Penjelasan Polisi.

Kasus penembakan misterius seorang mahasiswa Universitas Muhamadiyah Jember yang berujung pada meregangnya nyawa korban. hal itu menjadi perhatian yang seius Ispekstur Jendral Pol Machmud Arifin selaku Kapolda Jawa Timur.

Dengan didampingi oleh Kombes Frans Barung Mangera yang menjabat Kabid Humas Polda Jatim dan Kombes Agung Yudha Wibowo selaku Direktur Reskrimum Polda Jatim, berangkat menuju Polres Jember.

Kunjungan kerja jendraI poIisi berbintang dua itu terkait tentang keberhasilan pengungkapan kasus penembakan dengan korban meninggal bernama Dedi (25), seorang mahasiswa Unmuh Jember Jurusan Bahasa Indonesia Fakultas Keguruan dan Iimu Pendidikan (FKIP).

“Pelaku penembakan berinisial BM berusia 24 tahun dan juga merupakan seorang anggota Brimob Polda Jatim,”kata Frans seperti yan dilansir di Liputan6.com, pada Senin (13/03/2017).

Frans menegaskan bahwa sesuai dengan apa yang sudah disampaikan oleh Kapolda sewaktu jumpa pers di Mapolres Jember tadi, pihaknya akan selalu mengedepankan komitmen penegakan hukum yang berkeadilan dan profesional, terhadap seiapa pun pelakunya.

“Walaupun dalam kasus penembakan ini tersangkanya adalah anggota Polri,” ungkap dia.

Korban meregang nyawa setelah tertembus timah panas tepat di bagian kepala. Pelaku menembak korban menggunakan peluru dari senjata pi genggam yang berjenis revolver, dengan merek COD, bernomor seri 646200. “Senpi (Senjata Api) tersebut merupakan milik kesatuan. Tersangka akan kami jerat menggunakan Pasal 338 KUHP,” tegas Frans.

Korban Sempat Berebut Senjata Dengan Pelaku

Menurut Frans, penembakan itu merupakan tindakan spontanitas saja dan tidak direncanakan sebelumnya. Saat itu, BM bersama dengan tiga temannya naik mobil Honda Jazz (bukan mobil Suzuki Swift seperti yang sudah diberitakan sebelumnya). Disaat mereka melintas di Jalan Sultan Agung, jalanan saat itu ramai dan macet.

Korban Dedi yang saat itu berboncengan sepeda motor bersama temannnya, mereka merasa terhalang – halangi oleh mobil yang dikendarai oleh tersangka. “Yang naik sepeda motor itu emosi, dan mereka menghentikan serta memarahi yang naik mobil. Bahkan malah sempat memukul. Lantas kemudian terjadilah perselisihan dan kemudian yang sopir Honda Jazz turun untuk membalas,” kata Kabid Humas.

Saat itu lah terjadi pergumulan. Korban yang saat itu juga ikut turun dari sepeda motornya dan sempat bergumul dengan BM serta penumpang lainnya. “Saat itu terjadi perkelahian, hingga saling rebut senjata api. Ketika itulah senjata api meletus dan mengenai Dedi,” jelas Frans.

Frans juga menambahkan, bahwa saat ini tersangka yang merupakan anggota Brimod tersebut sudah mengakui atas tindakannya menghilangkan nyawa dan proses hukum untuk kasus penembakan ini akan terus berjalan.

“Kami tak akan segan – segan untuk melakukan proses penindakan terhadap anggota yang memang melakukan kesalahan. Apalagi sampai menyebabkan meninggalnya seseorang.” Kata Kabid Humas Polda Jatim itu.

About The Author