Kabar Politik – Ahok Tantang PNS DKI Untuk Mundur Massal

 

Menariknya dunia politik itu memang kabar terbaru tentang Ahok. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang sudah memberikan penantangan kepada anak buahnya yang akan mengundurkan diri dengan cara beramai-ramai untuk bisa segera layangkan suratnya. Ahok memberikan pengakuan kalau sudah muak dengan adanya ancaman pengunduran diri masal yang sudah di lakukan oleh anggota PNS DKI Jakarta.

Ahok sendiri telah merasa sangat bersyukur kalau banyak yang memutuskan untuk mengundurkan diri karena merasa tidak suka dengan gaya kepemimpiannya. Ini disebabkan karena banyak PNS muda yang lebih semangat tinggi dan enerjik di dalam ritme pemerintahannya. Ahok memberikan pengakuan kalau sudah lama keluarkan bentuk ancaman tersebut. Bahkan semenjak dirinya sudah di tunjuk menjadi wakil gubernur. Akan tetapi sampai saat ini tidak banyak dari PNS DKI Jakarta yang berani untuk menentangnya.

Ahok sendiri yang sudah memberikan pengakuan sudah memberikan ancaman itu. Bahkan semenjak dirinya sudah di putuskan menjadi wakil Gubernur. Akan tetapi sampai saat ini tidak banyak PNS DKI yang berani untuk memberikan perlawanan kepada dirinya.

“Waktu itu dari Pak Catur yang sebelumnya ingin berhenti. Aku sendiri yang masih belum sempat untuk bertanya kepada dirinya, dirinya yang sudah memberikan pesan whatsapp dahulu. Pak itu bohong, kabar hoax pak. Saya sendiri yang tidak ingin berhenti kok, Pak,” ujar dari Ahok telah menirukan pesan singkat yang sudah di tuliskan oleh sang bawahannya itu berada di rumahnya Kompleks Pantai Mutiara, Jakarta Utara, untuk hari Minggu kemarin tanggal 1 Mei 16.

Dirinya yang bahkan merasa sangat bersyukur kalau kini sudah banyak PNS memberikan ancaman dan bahkan menerima tantangan Ahok untuk bisa mundur jika memang tidak suka dengan dirinya. Ahok mempunyai suatu alasan, sebenarnya tantangan mundur ini jika tidak sanggup menjadi permintaan secara halus pejabat DKI Agar bisa mundur.

“Saya yang menyebutkan dengan jujur, kalau memang ada PNS eselon I dan II yang ingin berhenti, saya sendiri sih merasa senang terima kasih kepad amereka. Karena masih banyak yang muda-muda, mereka juga siap untuk kerja,” terang dari Ahok menjelaskan.

Ahok sendiri yang menyebutkan betapa hausnya para pencari kerja apalagi kalau kerja menjadi pegawai negeri yang sudah bekerja memberikan pelayanan bukan untuk di layani.

Be Sociable, Share!