Kabar Politik Baru – Amien Rais Usir Pendukung Hatta Radjasa

Dari ketua Majelis Pertimbangan Partai Amanat Nasional, Amien Rais yang ternyata sangat terganggu dengan adanya aksi sang pendukung Hatta Rajasa di mana telah berteriak-teriak didepan DPP PAN pada saat melakukan rapat kerja nasional sedang berlangsung.

Maka dari itu, dirinya yang meminta kepada pengurus partai agar bisa memberikan ketegasan kepada pendukung Hatta yang telah berteriak-teriak berada di depan kantor.

“Tadi yang telah berteriak-teriak berada di depan itu tolong harus di hentikan, coba saja nantinya bisa di traktir bakso atau bakmi dan di ajak omong baik-baik,” ujar dari Amien yang disebutkan berada di dalam Rakernas, Rabu (7/1/15).

Dari anggapannya, aksi teriak-teriak tersebut telah memberikan dukungan kepada salah satu calon ketua umum bisa menganggu situasi partai yang sebenarnya saat ini masih kondusif.

“Nanti situasi yang ada di PAN yang masih smooth bisa terganggu akan adanya tersebut,” terang darinya.

Berada di dalam halaman depan DPP PAN, kini sudah ramai dari beberapa kader PAN yang berasal dari daerah-daerah. Bahkan ada juga yang memberikan dukungan kepada Hatta yang menyanyikan yel-yel “Hatta Rajasa lanjutkan, Sukabumi dukung Hatta”.

Bahkan ketika dari Amien Rais dan juga dari beberapa elite partai yang lainnya sudah datang, mereka langsung menerikkan adanya yel-yel tersebut.

Sebelumnya dari Amien Rais memang dengan tegas dan terang-terangan menyampaikan tidak ingin kalau Hatta Rajasa kembali telah calonkan menjadi ketua umum. Dia meminta adanya periodisasi ketua umum berada di Partai Amanat Nasional cukup sekali saja.

“Kalau menanyakan hal tersebut kepada saya, cenderung 5 tahun saja cukup, akan tetapi terpulang pada kongres nanti, adanya pengarahan masih saya nantikan, yang lebih senior Hatta akan bisa melambung ke MPP yang junior seperti Zulkifli Hasan akan menjadi Ketum,” kata Amein yang berada di Kantor DPP Pan, Jakarta.

Dari mantan ketua MPR RI itu memberikan suatu penilaian, jika Hatta kini telah kembali menjadi ketua umum, maka tidak akan suatu perubahan berada di dalam tubuh partai.

About The Author