Kabar Politik – Demokrat : Indonesia Harus Mengerti Bahaya Kabut Asap

Adanya suatu kabut asap yang diakibatkan dari kebakaran hutan berada di Kalimantan dan Sumatera kini sudah di bilang masuk dalam kategori yang sangat membahayakan. Kini dari salah satu partai besar, seperti Demokrat yang menganggap dari pemerintah kini memerlukan untuk menghimbau kepada publik yang ada, tidak hanya selalu menyuruh tenang saja.

Dari Amir Syamsuddin, yang menjadi Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat yang sudah menyebutkan akan penjelasan secara langsung dari Presiden Joko Widodo, bhwa sangat perlu suatu pemberitahuan kepada seluruh rakyat Indonesia akan buruknya dan bahaya dari kabut asap tersebut.

“Dari Partai demokrat sendiri sangat ingin bisa kalau pemerintah akan bisa lebih jelas dalam menerangkan kepada para publik rakyat gejala alam yang seperti saat ini dan bagaimana, atau sampai kapan penindakan musibah yang seperti ini. Untuk bisa jelasnya lagi, tentunya dari semua itu tidak bisa di buat dengan tenang saja,” terang dari Amir disebutkan kepada wartawan di temui berada di Kantor DPP Demokrat, Jakarta untuk hari ini Minggu (6/9/15).

Anggapan berasal dari Ketua Dewan Kehormatan DPP Demokrat tersebut, tidak banyak dari orang yang paham akan masalah gejala el nino, adanya suatu musim kemarau yang lebih moderat dimana saat ini di alami berada di Indonesia maka dari itu banyak kekeringan yang telah melanda. Lebihnya lagi bisa di prediksi hal ini akan bisa berlangsung sampai dengan nanti bulan November.

Berada di dalam keadaan seperti ini, seperti keterangan berasal dari Amir, masih membutuhkan bagi pemerintah dalam memperjelas masalah yang terjadi.

“Partai Demokrat yang mengharapkan kalau dari pemerintah akan bisa melakukan beberapa hal-hal yang lebih cepat dan kalau masalah penanganannya memang membutuhkan waktu, maka dari itu bisa di jelaskan kepada seluruh rakyat, jangan anggap persoalan ini biasa saja,” terang dari dirinya.

Meskipun seperti itu, mantan menteri hukum dan HAM ini memberikan suatu pengakuan kalau tidak ada maksud untuk mengangkat masalah ini untuk bisa menjadi politisi.

About The Author