Kabar Politik Dunia – Solidaritas Negara – Negara Eropa Sedang Di Uji Karena Referendum Yunani

Kekacauan, kekisruham dan krisis yang sudah di ketahui berada di beberapa media Inggris dan Eropa untuk hari kemarin Senin (6/7/15), semua itu telah merefleksikan seriusnya situasi yang saat ini telah di hadapi oleh Uni Eropa (EU) dan juga dari Euro Zone, setelah diputuskannya referendum di Yunani.

Seperti di kabarkan salah satu media, the Guardian, memang hampir semua judul menggunakan kekacauan untuk kata kunci berita headlinenya. Dan selanjutnya membicarakan akan ketidak pastian, mengenai apa yang nantinya akan bisa terjadi setelah terjadinya referendum.

Berasal dari laman The Times yang dituliskan kalau anggota dari EU merasa sangat cemas akan melukai adanya stabilitas ekonomi dan politik mereka. Akan tetapi dengan jujur, tidak ada yang bisa mengatakan akan apa resiko yang akan terjadi setelah referendum tersebut.

“Tanya saja kepada politisi apa yang saat ini terjadi berada di Yunani, dan mereka menyebutkan saya tidak tahu. Dari pasar juga sama. Dan Yunani malah mengejutkan memberikan hasil referendum seperti tidak memilih untuk bekerja sama dengan pihak kreditur lagi,” terang dari Simon Goodley, jurnalis dari Guardian.

Seperti dari analis pasar yang brnama Alastair Mc Caig menyebutkan kalau investor saat ini merasakan tidak ada kepastian. Sementara itu, tidak ada yang mengerti apakah bakal terjadi selanjutnya. Itu sudah menjelaskan tentang gejolak yang sudah terjadi berada di pasar di saat ini.

Yunani sendiri yang sudah melanggar batas waktu untuk pembayaran hutang Dana Moneter Internasional (IMF) berada di tanggal 30 Juni lalu. Setelah itu batas akhir untuk pembayaran untuk obligasi Bank sentral Eropa (ECB) yang besarnya adalah 3,5 miliar euro berada di tanggal 20 Juli nanti.

“Jika memang dari Athena nanti masih gagal untuk bisa membayar obligasi, memang hampir mustahil kalau nantinya ECB akan bisa mendapatkan jaminan dari beberapa bank-bank Yunani. Bantuan darurat likuiditas (ELA) yang besarnya adalah 89 Euro nantinya bisa di tarik,” terang dari media Financial Times.

About The Author