Kabar Politik – Harus Dibentuk Badan Untuk Salurkan Aspirasi Rakyat

 

Setelah kemenangan yang di dapatkan Joko Widodo – Jusuf Kalla berada di dalam pemilihan Presiden dan Wakil Presiden membawa suatu angina segar untuk masyarakat. Seolah memang ada suatu harapan dari presiden baru tersebut bisa menciptakan suatu kehidupan yang lebih baik lagi untuk masyarakat Indonesia.

Agar dari pemerintahan tersebut bisa berjalan sesuai dengan harapan, Badan Pekerja Persiapan Agenda Rakyat (BPP-AR) untuk di hari ini, Minggu (7/9/14) yang sudah menawarkan masyarakat untuk bisa mengumpulkan suatu aspirasinya kepada mereka nanti.

“Selama 16 tahun proses kebangkitan dari demokrasi yang berada di Indonesia, kami yang mengerti bahwa dari rakyatnya hanya di jadikan alat politik tanpa bisa di tampung kehendak yang ada,” ujar Koordinator BPP-AR Dody Ilham berada di suatu acara rutin di setiap minggunya, Car Free Day (CFD) Bundaran HI, Jakarta Pusat.

Dody merasa di perlukan suatu badan hukum nantinya bisa menampung seluruh aspirasi dari masyarakat dan memastikan aspirasi yang sudah terwujud dalam suatu program kerja pemerintahan Jokowi – Jusuf Kalla yang akan datang.

“Kami yang menjaring, mengkaji dan juga memetakan suatu aspirasi masyarakat agar bisa di terjemahkan secara konkrit dalam suatu program kerja pembangunan berada di cabinet pemerintah Jokowi-JK,” ujar dari dirinya.

Dody yang sudah melanjutkan, pihaknya yang sudah merumuskan sebanyak 45 poin aspirasi dari masyarakat yang berasal dari suatu wilayah yang ada di Indonesia. Untuk hari ini dalam acara Car Free Day yang berada di bundaran HI, mereka pun juga ingin menampung aspirasi masyarakat Jakarta untuk pemerintahan presiden baru nanti.

“Dari rakyat Jakarta yang memberikan penekanan terhadap penanganan pengangguran, perbaikan dari sarana  transportasi dan juga dari pencegahan bencana banjir yang ada,” ujarnya menambahkan.

Dengan tambahanannya, Dody memberikan ungkapkan kalau masyarakat Indonesia inginkan solusi yang sangat jelas kepada wacana pemerintaha untuk bisa hilangkan subsidi BBM.

“Dan bila di hilangkan, masyarakat inginkan Jokowi-JK bisa mengalihkan subsidi untuk adanya suatu program-program suatu peningkatan kesejahteraan yang sangat produktif,” ujar dari Dody menambahkan lebih jelas.

Be Sociable, Share!