Kabar Politik – Kronologi Penangkapan Ratna Sarumpeat

 

Berada di pagi hari tadi, tepatnya di hari Senin tanggal 11 April dimana Ratna Sarumpaet dalam menandatangani kawasan di Luar Batang untuk acara warga RW 4 yang masih bertahan ada di sana, bertahan dari penggusuran yang sudah di lakukan pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Ratna pada saat di giring mengakui kalau sangat kesal, dimana dirinya di giring dan di masukkan ke dalam truk tahanan narapidana.

“Saya yang sudah di bawa oleh puluhan Polwan memang banyak sekali. Itu saya yang telah di giring beberapa polwan pada saat terjadi ricuh di sana dan saya memang tidak melihatnya. Tujuan saya ke pasar ikan hanyalah untuk bisa mendampingi warga untuk bisa sampaikan aspirasinya. Banyak orang yang menyeret saya tadi. Malah tadi saya di masukkan ke dalam truk tahanan. Ya saya sendiri gak mau masuk. Saya menjelaskan kalau mendampingi para masyarakat itu bentuk dari kejahatan yang ada. Dan mereka tidak bisa menjawabnya,” ujarnya pada saat berada di dalam mobilnya.

Merasa kalau tidak  bersalah, Ratna setelah itu langsung bergegas untuk menuju ke dalam mobilnya yang sudah di parkirkan ada di seberang pasar ikan. Akan tetapi pada akhirnya dirinya di hadang oleh mobil Provost yang sudah ada di sana. Dan mobil dari Ratna telah terjebak tidak bisa kemana-mana.

“Bisa di ketahui kalau saya sudah 5 jam berada di sini. Waktu  di saat di tanyakan, jawabnya suruh sabar-sabar saja. Mereka malah langsung pergi, dan tidak bertanggung jawab,” terang dari Ratna yang merasa sangat kesal.

Hingga di pukul 12.23, mobil sedan yang berwarna hitam itu masih ada di dekat gedung VOC Galangan.

Wanita yang berasla dari Tarutung, Tapanuli Utara ini juga tampak merasa pasrah, karena dari pihak Provost sendiri langsung menghubungi anggotanya untuk hadang mobil Ratna tadi.

“Mereka yang sudah menelpon temannya yang lain suruh menaruhkan mobil ada di depan saya. Sehingga tidak bisa untuk kemana-mana,” tambah Ratna.

No related content found.

Be Sociable, Share!