Kabar Politik Nasional – PDIP Masih Akan Membicarakan Terkait Pembatalan BG Menjadi Kalpori

 

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang secara terang-terangan sangat kecewa dengan adanya suatu keputusan yang dikatakan oleh PResiden Joko Widodo terkait akan pembatalannya dalam pencalonan Komisaris Jenderal Polisi Budi Gunawan menjadi Kapolri. Maka dari itu, partai yang mengusung Jokowi menjadi pemimpin Negara ini juga akan merapatkan barisan segera merespon adanya perkembangan yang terjadi secara mendadak ini.

“Sampai saat ini sikap kami tetap inginkan kepada presiden Joko Widodo bisa melantik kepada Pak Budi Gunawan. Bahwa  ada suatu pilihan yang ada dari politik Pak Jokowi, pihak dari politik PDIP kami akan bisa berkumpul untuk melakukan konsolidasi masalah ini dahulu,” terang dari politisi yang berasal dari PDIP, bernama Trimedya Panjaitan, berada di dalam perbincangan bersama dengan wartawan untuk hari ini, Rabu (18/2/15).

Adanya suatu konsolidasi tidak terjadi berada dalam internal PDIP saja, Trimedia sudah memberikan kepastian kalau dari partainya akan segera mengajak beberapa partai koalisi yang lainnya.

“Kita saat ini telah menunggu dari konsolidasi PDIP dan Koalisi Indonesia Hebat,” terangnya lagi menjelaskan.

Trimedia memberikan anggapan, polemic akan adanya pembatalan dari Budi Gunawan terebut muncul setelah KPK memberikan ketetapan kepada BG untuk bisa menjadi tersangka pada tanggal 13 Januari 2015 lalu. Padahal semenjak dari Joko Widodo mengirimkan surat kepada DPR untuk bisa memberikan pengusulan kepada Komjen Budi Gunwan menjadi Polri  memang tidak apa-apa.

“Sebelumnya memang landai saja. Hampir dari semua komentar merasa sangat respek dengan pengusulan dari Joko Widodo kepada BG. Begitu menjadi tersangka mulailah keramaian yang ada, maka dari itu gonjang-ganjing itu yang semakin berkembang,” lanjut dari dirinya.

Lebihnya  lagi pada saat dari Bambang Widjojanto sudah ditetapkan untuk menjadi tersangka olek KPK, adanya keributan yang semakin tinggi. Setelah itu muncullah pro dan kontra berada di benak  masyarakat yang ada.

“Setelah muncul,  Jokowi mulai bimbang dengan itu semua.  Apakah dirinya jadi melantik apa tidak,” terangnya.

Be Sociable, Share!