Kabar Politik Terbaru – Bupati Morotai Kembali Dipanggil KPK Lagi

Rusli Sibua, yang dimana di saat ini menjadi Bupati Morotai, sudah kembali mangkir dari panggilan penyidik KPK. Dari Rusli Sibua yang sudah di jadwalkan akan diperiksa menjadi tersangka kasus dugaan suap yang diberikan kepada Akil Mochtar yang sebelumnya masih menjadi Hakim Mahkamah Konstitusi, dirinya telah berdalih kalau mengajukan adanya gugatan praperadikan ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan.

“Pra peradilan yang sudah kami ajukan kemarin kepada Pengadilan Negeri Jakarta selatan dengan adanya penetapan tersangka dari pak Rusli,” terang dari Pengacara Rusli yang bernama Achmad Rifai, yang saat ini berada di Gedung KPK, Jakarta untuk hari ini, Selasa (7/6/15).

Rifai sendiri yang sudah memberikan penilaian akan adanya hal janggal berada di dalam penetapan kliennya yang menjadi tersangka. Dirinya yang sudah mengklaim, kalau dari Rusli Sibua yang memang tidak pernah untuk memerintahkan ke sejumlah pihak untuk bisa menstransfer duit yang besarnya adalah miliaran kepada Akil Mochtar. Rifai sendiri yang bahkan sudah berkelit pada saat diriya di singgung mengenai keterlibatannya dengan klein yang disebutkan berada di surat dakwaan serta amar putusan Akil Mochtar kini sudah di incraht.

“Itu kan hanya pengakuan aja, apakah dari hal tesebut sudah di tuliskan berada di surat tersebut, misalnya diperintahkan oleh pak Rusli, kan tidak. Hukum akan bicara pada fakta yang ada, hukum tidak bicara pada sebuah analogi yang ada, “terang dari dirinya menjelaskan.

Rifai yang kini sudah meminta kepada KPK untuk bisa menghormati proses hukum praperadilan yang sudah di ajukan oleh sang kliennya.

“Saya sendiri mengerti kalau ini semua adalah proses hukum, di saat dari kami mengajukan praperadilan, KPK nantinya juga akan hormati dari proses tersebut,” terang dari Rifai menjelaskan.

Sebelumnya dari Komisi Pemberantasan Korupsi memang sudah resmi untuk bisa mentapkan Bupati Pulau Morotai, Rusli Sibua untuk bisa menjadi tersangka akan adanya kasus dugaan suap terhadap Hakim MK, Akil Mochtar.

About The Author