Kabar Politik Terbaru – Gerindra: Putusan Kasus Angie Sebuah Langkah Mundur

Angelina Sondakh hanya dijatuhi hukuman 4,5 tahun penjara dan denda Rp 250 juta rupiah subsidair enam bulan penjara meski Terbukti menerima uang hingga Rp 2,5 miliar dan 1,2 juta dolar AS. Putusan majelis hakim tersebut telah mengkorupsi rasa keadilan rakyat.

Demikian diungkapkan Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Fadli Zon inggu (13/1) di Jakarta. “Hakim menganggap dari uang yang diterima Angie tak dapat dipastikan berapa jumlah yang telah Angie nikmati. Karena itulah Angie tak wajib mengembalikannya pada negara. Ini jelas penilaian yang jauh dari akal sehat, apalagi nurani,” katanya.

Fadli menilai, hal ini bertentangan dengan Pasal 18 UU Tipikor yang jelas telah mengatur tentang pengembalian kepada negara atas uang yang dikorupsi. Ia mempertanyakan bagaimana bisa pasal itu tidak diterapkan majelis hukum terhadap kasus ini.

Menurutnya, hal ini sangat memberikan citra buruk bagi pemberantasan korupsi di Indonesia. Lebih dari itu hal ini dikatakan menjadi sebuah langkah mundur. Dalam kasus ini, hukum belum bisa mencerminkan rasa keadilan rakyat, tapi justru melukai nurani keadilan masyarakat.

“Putusan ini sangat jelas, tak sedikitpun memberi efek jera bagi koruptor. Justru cenderung permisif terhadap praktik korupsi di Indonesia. Korupsi akan makin trendi,” ujar dia.

Jika menghendaki efek jera, lanjut Fadli, bahkan seharusnya koruptor dimiskinkan. Yaitu dengan menyita hartanya seperti yang dilakukan di hampir semua negara lain. Bahkan jika sampai taraf merugikan rakyat secara masif, koruptor bisa dihukum mati.

Fadli mempertanyakan, bagaimana bisa sudah terbukti melakukan tindak pidana korupsi dan terima pemberian uang, tapi tak diminta kembalikan uangnya pada negara. Bahkan hukumannya tak lebih dari hukuman maling ayam yang vonis ancamannya lima tahun penjara.

Ia menegaskan, Gerindra mendukung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk terus melakukan upaya pemberantasan korupsi. Hanya saja, penting untuk ditekankan upaya ini jangan sampai tebang pilih. Melainkan harus dilakukan tanpa pandang bulu. Ini lantaran korupsi telah memiskinkan rakyat Indonesia.

“Maling ayam saja ancaman vonisnya lima tahun penjara. Korupsi sebesar ini hanya diganjar 4,5 tahun,” pungkas Fadli.

 

Kabar Politik Terbaru

About The Author

Reply