Kabar Politik Terhangat – Budi Gunawan Tolak Tinggalkan Istana

 

Budi Gunawan, Komisaris Jenderal yang baru saja memberikan penolakan mundurk menjadi calon kepala Polri seperti yang sudah di inginkan pihak Istana. Komjen Budi Gunawan yang bersikeras menunggu adanya proses praperadilan yang sudah di ajukan dirinya terkait adanya penetapan dirinya menjadi tersangka dari Komisi Pemberantas Korupsi (KPK).

Dari Wakil Kapolri yang bernama Komisaris Jenderal Badrodin Haiti memberikan suatu pengakuan kalau kini sudah mengakui berkomunikasi dengan Komjen Budi Gunawan terkait dengan imbauan Menteri Sekretaris Negara yang bernama Pratikno. Pratikno mempunyai suatu harapan kalau Budi Gunawan langsung mundur menjadi calon kepala Polri agar adanya polemik bisa segera selesai.

“Kemarin kan Pak Mensesneg (Pratikno) yang sudah memberikan himbauan untuk bisa mengundurkan diri. Akan tetapi setelah dari kita bisa di komunikasikan, Pak Budi Gunawan kini masih menunggu adanya suatu proses praperadilannya,” terang dari Badrodin yang ada di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/2/15).

Badrodin yang memberikan suatu penjelasan kalau tugasnya menjadi kepala Polri harapkan untuk Budi Gunawan membuat suatu keputusan setelah adanya keputusan berasal dari pengadilan nantinya.

“Mudah-mudahan setelah adanya proses dari praperadilan selesai, beliau yang saat ini sudah bisa menentukan sikap untuk bisa mundur atau tidak,” Badrodin.

Badrodin yang memang tidak menampik dirinya bisa bertemu dengan Presiden Joko Widodo yang berada di Istana di hari Selasa lalu. Akan tetapi Badrodin hanya memberikan pengakuan melaporkan adanya situasi yang terakhirnya.

“Oh berada di kemarin sore sudah di kabarkan adanya suatu perkembangan situasi. Tidak ada lagi selain situasi tersebut,” ujar dari dirinya menjelaskan.

Mensesneg yang sebelumnya telah menganggap adanya persoalan antara dari KPK dan juga dari Polri tidak akan bisa muncul jika memang Komjen Budi Gunawan mundur dan mundur menjadi calon kepala Polri.

Akan tetapi berada di dalam pertemuannya yang ada di Istana kemarin, para petinggi Koalisi Indonesia hebat mempunyai harapan Presiden menunggu hasil sidang praperadilan dahulu.

Be Sociable, Share!