Kabar Politik Terkini – Dana Siluman Hanya Untuk Mengembalikan Dana Kampanye

 

Yenny Sucipto, yang menjadi Sekretaris Jenderal Forum Indonesia Transparasni menyebutkan kalau asumsi yang sudah teradi kongkalikong atau suatu kerja sama antara eksekutif, legislatif, dan pengusaha “gelap” berada di dalam proses penyusunan anggaran yang sudah terjadi berada dihampir semua daerah. Bukan yang hanya terjadi diJakarta saja yang sudah terjadi berada didalam keributan APBD tersebut.

“Jika memang ada suatu titipan berada di luar kebijakan progam, itu yang memang di anggap suatu dana siluman. Di sini sangat eksekutif, legislatif dan beberapa pengusaha gelap yang sudah terlibat di dalamnya,” terang dari Yenni memberikan penjelasan berada di dalam diskusi berada di Cikini untuk hari kemarin Sabtu (7/3/15.)

Yenni yang sudah memberikan suatu contoh mengenai adanya pengadaan alat seperti UPS (uninterruptible power supply) yang sudah ada semenjak berada di tahun-tahun sebelumya. Dan itu seharusnya tidak ada kesalahan berada dalam pengadaan ini seperti yang sudah ramai dibicarakan saat ini.

Akan tetapi, yang saat ini sudah di ketahui adanya suatu anggaran siluman yang di rancang berada di APBD tahun ini. Yenni memberikan suatu pendapat kalau bukti terjadinya suatu kongkalikong antara eksekutif dengan legislatif sangat jelas.

Yenny memberikan ketegasan kalau dari kerjasama eksekutif dengan legislatif tersebut memang sama-sama telah mengeluarkan adanya dana besar untuk kampanye dalam mencapai posisinya saat ini. Anggapan darinya, berada di beberapa kasus yang sudah di teliti FITRA, adanya kasus korupsi tersebut terjadi suatu tahap perencanaan anggaran dari eksekutif dan juga legislatif ini menjadi suatu upaya untuk mengembalikan dana kampanye masing-masing pihak.

Bisa saja, seperti dari pihak eksekutif dan legislatif sudah di sponsori adanya perusahaan tertentu pada saat menyelenggarakan adanya kampenye mereka. Setelah itu mereka mendapatkan kemenangan, perusahaan tersebut memberikan tuntutan untuk bisa menjadi pemenang tender suatu proyek.

Demi untuk bisa menutupi adanya hutang tersebut kepada para sponsor mereka di saat kampanye, pada akhirnya perusahaan tersebut telah mendapatkan tender. Praktik tersebut memang sudah wajar untuk ditemukan dari perusahaan pemenangan tender dengan tidak jelas.

No related content found.

Be Sociable, Share!