Kabar Politik – Ungkapan Pakar TIK Tentang Kominfo Era Jokowi Nanti

 

Setelah di putuskan langsung dari Mahkamah Konstitusi selesai mengenai siapa yang pantas untuk menjadi presiden Indonesia nantinya. Untuk saat ini masyarakat ICT yang sudah mempunyai suatu harapan untuk yang memegang  Kementerian Komunikasi dan Informatika bisa di pegang oleh orang yang mengerti akan industry teknologi dan bisa melakukan perubahan yang ada di negara kita ini.

“Adanya perubahan (TIK) sampai saat ini tidak ada yang berubah. Jadi suatu penyelenggaraan rasanya sangat berat sekali karena tidak bisa merasakan untuk perkembangan yang ada. Akan tetapi saat ini kok dari Kementerian Komunikasi dan Informatika katakan kalau sudah berkembang internetnya. Itu di nilai dari mana?” ujar dari Ketua Federasi Teknologi Informasi Indonesia (FTII), Sylvia Sumarlin yang sudah di sebutkan kepada wartawan ketika adanya acara bertajuk ‘Mencari Kriteria Menkominfo Ideal’ di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, kemarin.

Sylvia sendiri yang sudah menambahkan, tampuk dari kepemimpinan Kominfo ke depannya bisa di harapkan di duduki dari seseorang yang bisa membangun system yang sangat baik untuk industry TIK.

“Artinya Kominfo yang harus bisa berpihak kepada industry yang ada di bawahnya bukan untuk memberikan tindasan kepada adanya suatu permasalah dengan kementrian yang lain. Posisi kita untuk saat ini seperti menjadi seekor sapi perah, enggak bisa di belain,” ujar dari Sylvia.

Perempuan yang berasal dari Syracuse University, Amerika Serikat ini yang sudah menambahkan kalau tidak ada suatu masalah jika memang nantinya ada vendor local yang ingin membuat suatu pabrik yang ada di Indonesia.

“Nggak ada masalah yang ada. Itu masih bagus-bagus saja, masih akan bisa saya dukung saja. Nah selama  ini pemerintah yang sudah mendukung perusahaan asing untuk bangun berada di pabrik kita. Sedangkan dari local tidak ada suatu dukungan kepada semua itu,” ujarnya lagi.

Untuk lebih lanjutnya lagi, pemerintah yang khususnya dari Kominfo ke depannya akan bisa meletakkan adanya teknologi local yang tentunya bisa bersaing dengan sehat melawan pasar global yang ada saat ini.

“Jika memang ingin dari sector TIK menjadi penggerak akan perekonomian maka pola pikir dari petinggi negara harus bisa di ubah. Di mulai dari presiden harus mempunyai suatu pola pikir yang membangun lagi kepada TIK, jangan hanya menjadikan suatu penyumbang pendapatan negara,” tegasnya lagi.

No related content found.

Be Sociable, Share!