Kabar Politik – Yusril Berikan Saran Kepada MK Mengenai Sengketa Pilpres

Seperti dari pakar hukum dan tata negara yang bernama Yusril Izah Mahendra yang sudah meminta kepada Mahkamah Konsitusi untuk bisa memutuskan sengketa dari hasil pemilihan presiden dengan cara adil dan bijaksana. Dari anggapannya putusan dari MK tersebut akan berkaitan dengan presiden selanjutnya.

Dirinya yang lantas meminta kepada MK untuk  bisa belajar dari lembaga yang sama berada di Thailand di saat memutuskan sengketa pemilu yang ada.

“MK yang berada di Thailand di mana sudah memberikan penilaian kalau pemilu konstitusional ataupun tidak konstitusional. Itu sudah terkait dengan legalitas dari pemilu itu sendiri. Maka dari itu bukan persoalan perselisihan dengan adanya angka-angka belaka. Masalah seperti substansial yang ada di dalam pemilu sesungguhnya adalah terkait dengan adanya konstitusional dan legalitas pelaksanaan pemilu itu sendiri,”  ungkap dari Yusril yang ada di sana setelah memberikan keterangan di dalam sidang sengketa Pilpres tahun ini berada di gedung MK, Jakarta, Jumat 15 Agustus 2014.

Seperti anggapan dari Yusril, permasalahan substansi dan legalitas memang sungguh sangat penting dari pada jumlah suara yang sudah di permasalahkan sampai saat ini. Subtansi dan juga legalitas seperti dari anggapannya menjadi suatu aspek yang sangat krusial berada di beberapa pemilu yang ada.

“MK yang perlu untuk memberikan pertimbangan akan aspek legalitas, memeriksa dengan seksama, memutuskan secara adil dan juga lebih bijaksana. Karena presiden dan juga dari wakil presiden harus bisa memberikan perintah dengan legimitasi rakyat,”  tegasnya.

Yusril sendiri yang sudah menambahkan adanya ancaman krisis legitimasi yang nantinya akan bisa memberikan picuan instabilitas politik nasional jika memang MK tidak bisa memberikan putusan dengan secara adil. Kondisi dari instabilitas tersebut dari anggapannya, akan memberikan gangguan pemerintahan selanjutnya.

Mengerti dari keterangan para saksi yang juga harus bisa di perhatikan lebih betul. Termasuk dari mencermati berbagai bukti yang ada yang sudah di ajukan saat ini.

“Ini akan menjadi suatu bahan acuan dari para hakim konstitusi dalam memberikan sengketa yang ada saat ini yang harus bisa luber dan jurdil,” terangnya lagi.

About The Author