Kabar Ribut Thailand – Massa Anti Pemerintah Belum Puas Mundurnya Parlemen

Dari banyaknya massa yang ada dari anti pemerintah yang masih tetap untuk lanjutkan unjuk rasa untuk hari ini, Senin ( 9 Des 2013), hal ini di karenakan untuk pagi harinya PErdana Menteri Yingluck Shinawatra yang sudah membubarkan adanya parlemen. Seperti dari anggapan para pendemo massa, keputusan dari PM tersebut yang di ketuskan untuk membubarkan parlemen memang sudah telat.

Lebihnya lagi dari adik mantan PM Thaksin Shinawatra yang masih bekerja dalam jajaran pemerintahan sementera sampai dengan pemilu bisa di gelar. Dari rilisan yang ada di harian Thailand, the Nation yang memang sudah berhasil untuk beritakan massa yang sudah kembali tegaskan akan tuntutan mereka perlunya untuk membentuk dari Dewan Rakyat agar bisa di pastikan kalau Thaksin dan para antek anteknya bisa tidak bisa untuk kembali lagi.

Seperti dari para demonstran yang sudah datang dari beberapa arah, dari harian tersebut katakana mereka sudah berkumpul untuk pukul 09.39 waktu setempat dan langsung untuk menuju ke kantor PM. Long march berada di pemerintahan sudah di pinpim dari kelompok anti pemerintah bernama Suthep Thausuban.

MEmang dari jalur yang sudah di tempuh oleh Suthep dari komplek pemerintahan menuju ke kantor PM tersebut menjadi suatu jalur terjauhnya, di bandingkan dengan kelompok yang lain. Mereka yang sudah berangkat tinggalkan kompleks pemerintahan di saat pukul 08.30.

Sudah di ketahui, 50 kendaraan ikut dalam suatu arakan itu. Sementara dari bagian depan konvoi motor yang memimpin.

Berbeda dari tempat yang lain, para pemimpin pengunjuk rasa tersebut yang datangnya dari Monumen Demokrasi, SAtit Wongnontaey bersama dengan Tavorn Senieum, memberikan tuntutan pemerintah sementara untuk bisa ikut mundur setelah di bubarkannya parlemen tersebut. Satit katakana kepada massa kalau pembubaran parlemen merupakan suatu kemenangan awal, akan tetapi masih belum cukup meraih demokrasi yang sebenarnya di harapkan.

Maka dari itu long march akan tetap di teruskan sampai dengan terwujdunya harapan tersebut.

About The Author

Reply