Kabar Rusia Militer – Rudal Rusia Di Pindahkan, Ancam NATO

Dari Rusia yang sudah di laporkan kini berhasil untuk memintahkan dari peluncur rudal balistik Iskander mereka yang di letakan lebih dekat ke Laut Baltik yang ada di Kaliningrad. Dari langkah Rusia tersebut adalah untuk bisa membuat dari negara-negara NAATO yang berada di sekitarnya bisa menjadi lebih waspada lagi.

Seperti yang sudah di kabarkan dalam media Al – Jazeera, untuk dua minggu yang lalu, pemindahan dari rudal tersebut di laporkan salah satu harian yang bernama pro-Kremlin Izvestia. Mereka telah mengutip dari para pejabat tinggi Kementrian Pertahanan, koran tersebut sudah menuliskan kalau Rusia sudah memindahkan peluncur mereka semenjak di 18 bulan yang lalu untuk berada di wilayah yang berbatasan dengan dua negara NATO, seperti dari Lithuania dan Polandia.

Dari adanya suatu kabar tersebut yang sudah di laporkan di salah satu surat kabar yang berasal dari Jerman, seperti Bild. Dari Koran tersebut yang memang sudah menampilkan satelit citra yang memberikan letak dari penempatan peluncur rudal Rusia tersebut di pindahkan.

Dari juru bicara Kemhan Rusia yang benama Igor Konashenkov yang memastikan kalau penempatan dari rudal tersebut tidak langgar dari suatu aturan internasional. Walaupun seperti itu, langkah dari Rusia tersebut yang tidak ayal membuat dari negara Polandia dan juga Lithuania merasa sangat was was.

“Hal ini yang memang sudah membuat dari politik yang tidak perlu, dari rasa curiga datang bersamaan dari hilangnya rasa kepercayaan yang ada. Karena memang dari kami yang mengerti adanya alasan dari Rusia tempatkan rudal mereka di tempat tersebut,” ujar dari  Menteri Pertahanan Latvia, Artis Pabriks, kepada Reuters.

“Saya rasa ini ini menjadi suatu wujud di mana mereka ingin di bilang menjadi bos di dalam kawasan tersebut,” ujarnya menambahkan.

Dari Kementrian Luar Negeri Polandia yang sudah merasa sangat cemas dengan adanya pemberitaan tersebut. Rusia yang di anggap oleh Polandia, tidak melakukan suatu konsultasi terlebih dahulu dengan Nato dan mitra mereka yang ada di Uni Eropa.

About The Author

Reply