Kabar Sehat Terkini – Stress Dikantor, Bisa Picu Diabetes

 

Yang namanya dari kerja keras tersebut memanglah sangat baik sekali. Akan tetapi dari studi yang terbaru menyebutkan bekerja terlalu keras akan bisa menimbulkan bahaya baru untuk kesehatan yang ada di dalam tubuh kita. Tidak hanya meningkatkan kadar stress dan resiko depresi, dan dari bekerja sangat giat juga akan bisa memicu adanya diabetes.

Dari para peneliti yang sudah memberikan penyebutan, diabetes yang sudah di picu adanya stress tidak hanya bisa memberikan pengaruh mereka yang mempunyai tubuh plus, akan tetapi yang juga mempunyai tubuh yang ideal.

Studi yang sudah di publikasikan berada di jurnal Psychosomatic Medicine ini yang menyebutkan kalau stress berkontribusi akan bisa sebabkan diabetes sebanyak 45 persen. Lebih dari itu resiko dari kesehatan lain akan bisa di picu dengan adanya kadar stress. Ada beberapa penyakit yang telah di picu adalah penyakit jantung, stroke, juga kebutaan dan amputasi dari komplikasi diabetes.  Seperti yang sudah di kabarkan di dalam media Daily Mail, berasal dari seluruh penderita diabetes berada di seluruh dunia, hampir 90 persen mengindap adanya diabetes tipe 2.

Adapun juga dari penelitian yang sudah di lakukan dari Institute of Epidemiology di Munich, Jerman itu yang sudah mengamati sebanyak 5.337 orang pria ataupun wanita yang mempunyai rentang usia 29-6 tahun mempunyai pekerjaan tetap. Selama 12 tahun penelitian, sebanyak 300 orang yang sebelumnya dalam kondisi yang sehat, kini bisa mengindap penyakit diabetes tipe 2.

Selain dari mengamati adanya indeks masaa tubuh dan sejarah kesehatan keluarganya, para peneliti juga mewawancarai dari sukarelawan tentang tingkat stress mereka yang ada di kantor. Pada saat di bandingkan, mereka sebanyak 45 persen sukarelawan dengan mempunyai level stress tinggi, bisa di buktikan mengindap adanya diabetes.

“Studi yang sudah di lakukan ini memberikan bukti kalau diabetes tidak hanya terjadi pada mereka yang mempunyai kelebihan berat badan, melainkan juga pada mereka mempunyai tingkat stress tinggi dalam pekerjaan,” ujar dari Profesor Karl-Heinz Ladwig.

Be Sociable, Share!