Kabar Selebritis – Cerita Yana Zein Tentang Penyakit Kanker Payudaranya

 

Penyakit kanker juga menyerang artis Yana Zein, kanker tersebur berjenis kanker payudara. Sudah setahun lamanya Ia menahan sakit yang tak kunjung sembuh hingga tubuhnya menjadi mengenaskan. Saat ini Yana Zein masih menjalankan perawatan di Rumah Sakit Siloam, Tb. Simatupang, Jakarta Selatan.

Penyakit tersebut awalnya tidak dirasakan oleh Yana Zein. Ia tetap melakukan aktivitas walaupun kadang rasa sakitnya tersebut menyerang tubuhnya. Wanita berusia 47 tahun ini sempat tidak melakukan pengobatan medis, dan pada akhirnya penyakit tersebut semakin parah dan menjalar kebagian tubuh lainnya.

“Jadi, dulu, setahun yang lalu, saya merasa ada benjolan di payudara, tapi karena pada waktu itu saya pikir masuk angin biasa kan biasanya ada kelenjar, terus enggak sakit kan,” kata Yana Zein, ketika di temui di Rumah Sakit Siloam, Tb. Simatupang, Jakarta Selatan.

Ketika itu, ia tidak memiliki pikiran tentang penyakit tersebut. Ia malah konsen dengan pekerjaannya sebagai bintang sinetron. Akan tetapi, sedang berjalannya waktu gejala penyakit tersebut mulai tertambah dan akhirnya dapat terlihat. Diketahuinya bahwa benjolan yang dikira akibat masuk angin, ternyata sebuat kanker.

“Di tengah perjalanan (syuting sinetron) kok tambah membesar, tambah membesar, tapi pada saat itu, saya belum berobat medis, masih alternatif. Jadi tiba-tiba sewaktu-waktu pada saat sinetron mau habis, tiba-tiba payudara saya pecah,” ucap Yana Zein.

Ketika sedang menjalankan pengobatan alternatif, mereka juga mengatakan bahwa Yana Zena telah mengidap penyakit kanker payudara. “Pada saat saya berobat ke alternatif, mereka mengatakan bawa saya terkena kanker payudara. Pengobatan (medis) saya terlambat ya, pas saya berobat awal ke dokter, saya kena stadium 3,” kata Yana Zein.

Semenjak Yana Zein sakit, ia sudah tidak bisa menghidupi keluarganya. Apa lagi dua bulan yang lalu, suami dari Yana Zein meninggal dunia. Tak ada lagi pemasukan yang dapat ia terima hingga kedua putrinya harus putus sekolah, karena tidak mempunyai biaya sama sekali.

“Iya betul sekali. Anak-anak enggak sekolah. Ini bukan keinginan mereka, tetapi karena memang enggak ada uang lagi,” jelasnya.

“Anakku ada dua. Yang pertama harusnya kelas 2 SMP, kalau yang satu lagi kelas 1 SMP. Ini bukan keinginan mereka, tapi mau bagaimana lagi, kalau sekolah kan harus ada biaya,” tambahnya.

Be Sociable, Share!