Kabar Selebritis – Gara – Gara Pil ini Tora Harus Meringkuk di Kantor Polisi

 

Jajaran dari Polres jakarta Selatan mengamankan pasangan selebritis Tora Sudiro dan Mieke Amalia di rumahnya yang ada di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan. Dalam penangkapan itu, polisi berhasil menemukan 30 butir obat dumolid.

“Itu ada dumolid 30 butir, jadi 3 strip,” kata Kompol Vivick Tjangkung dalam pesan singkatnya, pada kamis (03/08/2017).

Obat Dumolid adalah jenis obat prikoaktif yang sudah tergolong dalam obat keras. Obat ini biasanya juga digunakan untuk membantu mereka penderita kesulitan tidur atau insomnia.

Kombes Pol Drs Mufti Djusnir Msi,Apt, Ahli Kimia Farmasi dari BNN (Badan Narkotika Nasional) mengutarakan, jika sebenarnya obat dumolid itu sudah tidak beredar di Indonesia. Jika saat ini obat itu masih ditemukan, maka tentunya berasal dari pasar gelap.

“Obat Dumolid sempat populer di era tahun 1990-an. Namun karena banyak disalahgunakan, maka akhirnya pemerintah menarik kembali dumolid dari peredaran. Sekarang ini nama paten dari Dumolid sudah tak beredar lagi,” terangnya, pada Kamis (03/08/2017).

Jika berbicara soal efek samping yang diberikan obat itu, pemakaian obat jenis itu dapat menekan syaraf pusat. Yang artinya, obat itu akan memaksa otak yang masih bekerja untuk seketika beristirahat.

“Pemakaian dalam jagka lama akan menyebabkan memori atau ingatan akan melemah,” ujar Mufti.

Soal kandungan dari obat itu, Dumolid mengandung zat benzodiazepin yang terdaftar di Indonesia. Namun pemakainnya harus disertai dengan resep dari dokter. Tapi kalau obat Dumolid itu duah tak beredar lagi di Indonesia,” jelasnya.

Mufti menilai, obat dumolid yang berhasil ditemukan bersama dengan Tora itu bisa saja hanya tiruan. “Mungkin yang menjual obat itu nawarin. Ini loh dumolid yang dulu pernah populer itu,” kata saksi ahli dari kasus ratu ekstasi Zarima ini.

BNN tidak secara khusus menangani peredaran gelap obat dumolid ini. jika BNN kemudian menemukan di lapangan saat melakukan operasi, maka biasanya akan diserahkan kepada Kepolisian datau BPOM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan).

“Mungkin karena saat ini aparat sedang gencar – gencarnya memberantas peredaran narkotika, maka ada yang coba – coba untuk edarkan kembali obat seperti ini. Modus dari peredaran obat terlarang memang terus berubah dengan menggunakan segala cara,” tutup dia.

Be Sociable, Share!