Kabar Sepakbola – Mario Balotelli Sadar Dirinya Bukan Pembunuh

Dari sang striker bengal di miliki oleh AC Milan, Mario Balotelli yang saat ini mendapatkan sanksi setelah dirinya bertindak untuk memprotes kepada wasit setelah pertandingan dari timnya yang melawan SSC Napoli dalam laga di San Siro di akhir pekan yang lalu. Merasa sadar akan tindakan tersebut memang salah dirinya yang langsung meminta maaf.

Setelah menjalani suatu laga tersebut, Mario Balotelli yang langsung untuk hampiri sang wasit tersebut yang langsung memberikan suatu perkataan yang kasar kepada wasit. Dengan mengerti akan adanya suatu perbuatan tersebut, dari federasi Lega Calcio yang sudah memberikan sanksi untuk tidak di perbolehkan mengikuti dalam tiga laga kedapan. Walaupun dari kubu klub AC Milan yang sudah  mengajukan banding akan masalah tersebut, maka Balotelli akan tidak hadir dalam laga melawan Sampdoria dan juga lawan berat Juventus.

“Pada awalnya yang saya ingin lakukan adalah ingin bisa meminta maaf kepada rekan-rekan untuk bisa mengerti sadar dari saya ini. Mereka  yang sudah berlatih dan kerja sangat keras bersama dengan saya, jadi dengan menggunakan gestur ini, saya tidak akan ikuti mereka. Saya sendiri yang sudah merasa bersalah kepada para fans, yang sudah sangat peduli dan sangat akrab akan kepentingan klub ini,” ujar dari Mario Balotelli yang di tukaskan kepada La Gazetta dello Sport, untuk hari Jumat (27/9/2013).

“Saya merasa salah dan meminta maaf kepada wasit, karena saya yang sudah di seharusnya tidak seperti itu. Akan tetapi pada saat melawan Napoli adalah suatu cerita lama. Saya yang ingin mereka yang di hukum karena telah melanggar saya, seperti saya melanggar mereka,” tambah dari sang pemain yang sering kotroversial tersebut.

Walaupun dengan demikian, Mario Balotelli yang tidak merasa harus minta maaf kepada semua orang.

“Mario yang sudah sadar saat ini kalau memang saya yang salah. Mario  minta maaf, akan tetapi saya tidak ingin bisa meminta maaf kepada semua orang karena memang yang saya lakukan adalah tidak membunuh seseorang,” tutup dari Mario Balotelli tersebut.

About The Author

Reply