Kabar Serie A – Kebobolan Lewat Set Piece, Buffon Klaim Kecewa

 

Penjaga gawang andalan Juventus yakni Gianluigi Buffon menyampaikan opininya sesudah tim yang dibelanya ditaklukkan oleh FC Internazionale dengan skor tipis 1-2 sewaktu bermain di Giuseppe Meazza pada hari Minggu (18/9) malam kemarin WIB.

Di laga ini, Juventus yang bertindak sebagai tim tamu sebenarnya berhasil membuat gol terlebih dulu lewat pemain bertahan mereka yakni Stephan Lichsteiner. Namun FC Internazionale yang tak ingin dipermalukan oleh tamunya sukses membalas lewat dua gol yang dicetak penyerang andalannya yakni Mauro Icardi serta gelandang serangnya yakni Ivan Perisic.

Ketiga gol yang tercipta di laga antara La beneamata kontra I Bianconeri ini terlahir pada babak kedua. Gol Lichsteiner tercipta setelah berhasil menyambar umpan datar yang dilepas oleh Alex Sandro di menit 68’. Dua menit kemudian, Mauro Icardi sukses mengoyak jala yang dijaga oleh Gianluigi Buffon di lewat tandukan kepala setelah mendapat umpan dari sepak pojok kiriman Ever Banega.

MImpi buruk tim asuhan Masimilliano Allegri pada akhirnya muncul di menit 78’ lewat sosok Icardi yang melepas umpan lambung di area terlarang Juventus yang akhirnya sukses dituntaskan dengan tandukan kepala Ivan Perisic ke arah pojok kiri.

Dengan gol lewat tandukan kepala yang dilakukan oleh Icardi, hal itu langsung menjadi sorotan untuk penjaga gawang andalan Juventus, Buffon.

Itu dikarenakan pemain internasional Italia yang memiliki status sebagai pengoleksi 10 gelar pemain terbaik untuk posisi penjaga gawang di Serie Italia A ini telah kebobolan 3 gol lewat set piece sepak pojok.

Terbukti, untuk dua gol lain yang prosesnya tercipta sama dengan proses gol dari Icardi adalah sewaktu Juventus menghadapi Fiorentina serta Sassuolo.

“Hasil ini tentu sangat menyakitkan. Sepanjang berada di lapangan, kami terus mendapatkan tekanan.” papar Buffon yang dilansir oleh Sky Sport Italia.

“Gol yang diciptakan Icardi menjadi kebobolan ketiga tim ini yang tercipta lewat set piece sepak pojok musim 2016/17 ini. Hal ini menjadi seperti bukan tim ini.”

Tak hanya itu, Icardi sendiri juga menjadi bencana untuk Juventus. Mengingat pemain berusia 23 tahun ini terus mencetak gol 7 kali dari 8 pertemuan terakhirnya.

Be Sociable, Share!