Kabar Tekno Dunia – Manusia Akan Seperti Robocop Dimasa Depan

Membicarakan tentang augmented reality atau yang bernama realitas tambahan, kita yang sudah sering untuk menghubungkan dengan adanya gadget, seperti dari HoloLens buatan Microsoft, Facebook Oculus Rift da Google Glass.

Disebabkan, adanya realitas tertambah yang bisa memungkinan adanya penggabungkan dari benda-benda nyata dan maya berada di lingkungan nyata, hanya akan bisa didapatkan dengan adanya gadget tersebut.

Tidak di sangkakan sebelumnya, tidak lama lagi manusia akan bisa mempunyai kemampuan melihat adanya tampilan augmented reality tanpa menggunakan abntuan kacamata atau juga dari helm pintar. Kemanapun dari mata manusia sudah seperti Robocop juga seperti Terminator. Hal ini disebabkan karena teknologi baru bernama cortical model.

Seperti di ketahui, konsep model kortikal ini seperti yang di kabarkan dalam laman Cnet, tengah dikembangkan dari tim peneliti agen pertahanan Amerika Serikat yang sudah di kenal dunia dengan sebutan DARPA. Adanya konsep terebut sudah di presentasikan dari perwakilan pihak DARPA, Phillip Alvelda berada di depan investor dan pengamat teknologi berada di Silicon Valley.

Untuk rencana awalnya, modem kortikal tersebut mempunyai ukuran tidak lebih besar dari koin. Benda tersebut akan disematkan berada didalam tubuh manusia. Setelah berhasil di tanam, manusia akan bisa mengerti tampilan tersebut berada di dalam matanya seperti jam alarm LED virtual berada didepan matanya. Biaya untuk melakukan ini memang cukup murah, sebesar 10 dollar AS.

Adanya modem kortikal ini akan bisa membaca adanya aktivitas berasal dari beberapa saraf-saraf manusia dan kemudian di petakan secara real time. Kemanapun ini bisa membuat adanya modem kortikal akan bisa mengatur adanya aktivitas saraf anda juga menonaktifkan sebuah neron dengan cara presisi. Dirinya juga dikabarkan akan mengoreksi gangguan saraf seperti kebutaan.

Konsep modern untuk kortikal ini didasaran dengan adanya studi optogenetik. Perlu di mengerti, studi tersebut adalah tentang pemanfaatan cahaya untuk bisa mengatur adanya beberapa fungsi sel-sel ekspresi.

About The Author