Kabar Teknologi – Ancaman Bahaya Smartphone, Dapat Merubah Bentuk Mata Pengguna

 

Saat monitor televisi dan monitor komputer telah diciptakan, para penngguna akan selalu diingatkan untuk tidak duduk terlalu dekat ketika menonton demi menjaga kesehatan mata.

Nah, ditambah dengan hadirnya smartphone saat ini, orang akan dihadapkan dengan layar smartphone tiap waktunya, tak kenal siang dan malam. Sebab saat ini smartphone memang sudah menjadi kebutuhan pendukung yang mengisi keseharian.

Sebagian para pengguna mungkin juga telah menyadari akan dampak buruk dari melihat layar smartphone terus menerus untuk mata. Akan tetapi, ternyata hal itu dampaknya tidak bisa dianggap simpel seperti yang dipikirkan.

Dalam wawancara yang dilakukan oleh Wired dengan Andrew Bastawrous seorang ahli mata, pada Minggu (02/07/2017), dikatakan pola penggunaan smartphone yang terus menerus bisa membuat bentuk mata penggunanya akan berubah serta mampu menyebabkan lamur dan mata menjadi rabun.

“Banyak orang menjadi lebih cepat menjadi rabun sejak satu dekade terakhir ini. implikasi dari hal tersebut bukan hanya berarti lebih banyak orang yang membutuhkan kacamata, akan tetapi merupakan sebuah kondisi yang biasa disebut patologis,” ujar Bastawrous.

Dirinya juga mengatakan, kondisi mata lamur (myopia epidemic) hal ini terjadi sebab ukuran bola mata semakin membesar, terutama pada populasi di keturunan Asia. Myopia akan menyebabkan orang semakin mempunyai potensi untuk menderita kerusakan penglihatan seperti permasalahan retina atau glaukoma.

Menurut Bastawrous dalam kondisi tertentu itu juga ditemui di seluruh dunia, terutama di daerah Asia. Bahkan, di Singapura, ada lebih dari 90 persen anak sekolah yang sudah terkena rabun dan hal itu juga bisa berubah menjadi mata lamur atau myopia.

Dia juga menambahkan ,”Hal itu terjadi sebabkan orang yang semakin banyak membaca dari jarak dekat, terutama ketika menggunakan smartphone yang menjadikan mata akan lenih cepat mengalami rabun. Tentunya, kondisi ini terjadi juga didorong oleh hal lain, misalnya saja saat orang – orang lebih sedikit menghabiskan waktu berada diluar ruangan,”.

Jadi bisa dibilang, pengguna smartphone berlebih serta juga jarang berada di luar ruangan jadi hal itu menjadi faktor pendorong pada mata rabun dan lamur.

Untuk itu, Bastawrous selaku Founder PEEK Vision juga mengingatkan supaya mengurangi waktu berada di depan layar smartphone, terutama hal itu untuk anak – anak. Selain itu, dia juga memberikan saran supaya anak di sekolah untuk lebih banyak menghabiskan waktunya dengan berada diluar kelas.

Be Sociable, Share!