Kabar Teknologi – Benarkah Bukalapak Belum Juga Untung?

 

Tepat 7 tahun telah menjadi platform dari e commerce bukalapak saat ini sudah tumbuh pesat bukanlah hanya dari sisi nilai transaksinya saja, namun juga dari ekosistem pendukungnya. Dengan ditemui setelah mengisi sebuah acara perayaan ulang tahun ke-7 Bukalapak, pendirinya dan juga CEO yang bernama Achmad Zaky telah mengatakan pertumbuhan dari sebuah perusahaan rintisannya dengan konsisten tumbuh 3 sampai 4 kali lipatnya untuk per tahunnya.

Selain itu ternyata Zaky juga bisa mencatat sebuah nilai transaksi harian dari Bukalapak meningkat untuk per tahunnya. Pada akhir 2015 nilai dari transaksi harian Bukalapak telah mencapai Rp. 7 miliar dan juga Rp.500 juta pada tahun 2014.

Sampai pada akhir tahun 2016 per harinya dari Bukalapak  telah mengantongi nilai transaksi yaitu mencapai Rp 50 miliar. “Nilai transaksi harian dan bahkan sempat telah menembus angka Rp 300 miliar disaat momen Harbolnas di akhir Desember kemarin,” seperti yang telah diungkapkan Zaky disaat ditemui setelah perayaan ulang tahun yang ke-7 Bukalapak saat berada di balai kartini, Jakarta pada hari Selasa, 10/01/2017.

Dengan adanya peningkatan nilai transaksi dari bukalapak itu Zaky pun telah berimbas di pendapatan rata-rata mitra pelapak atau penjual sampai 2 kali lipat untuk pertahunnya. Pendapatan bersih dari perusahaan telah disebutkan Zaky juga telah tumbuh sampai 7 kali lipat di tahun 2015. Dari pencapaian itu, kini Bukalapak telah menargetkan pertumbuhan yang serupa di tahun 2017 dan juga 2018 mendatang.

Tapi, dia tak menampilkan jika selama 7 tahun  terakhir ini perusahaannya belum juga mengantongi keuntungan. “jika mengejar target untuk itu, memang masih belum dibilang untung, jika melihat biaya operasionalnya sebetulnya sudah menutup jika tak pasang iklan di TV. Dari harapan di tahun ini kamu ingin dapat capai profitabilitas,” tambahnya.

Lebih lanjutnya lagi Zaky telah mengakui sangat optimis dengan adanya target pertumbuhan bisnis dari e commerce yang ada di Indonesia. Jika dibandingkan dengan retail offline, maka pertumbuhan pelapak daring akan lebih cepat dan juga lebih membutuhkan waktu singkat.

Bukalapak sudah mencatat memiliki 1,3 juta pelapak dengan sejumlah 11,2 juta pengguna aktif sampai pada akhir 2016 yang ada di seluruh Indonesia. Sama dengan dari perusahaan e commerce yang lainnya, Bukalapak pun telah tercatat sebagai kategori gadget dan juga fashion yang  terbanyak untuk diburu para pengguna.

Be Sociable, Share!

 
 

Tags

, ,

Related Posts

  • No Related Posts

About the author