Kabar Teknologi China – Dengan Bohlam Capai Kecepatan Akses 150 Mbps

 Dari suatu penemuan yang di lakukan dari para  ilmuwan yang berasaldari Shanghai Institute of Technical Physics di China yang belum lama ini sudah berhasil menghasilkan suatu penemuan yang sangat membanggakan. Dari mereka yang sudah jerih payah untuk bisa menemukan dari adanya suatu media transfer datar yang masih belum di temukan sebelumnya. Ini sangat sederhana, mungkin membuat anda merasa sangat kagum. Yaitu  dari bohlam lampu LED yang bisa menjadi alat pendukung dari koneksi internet tersebut.

Dari suatu tujuan untuk di lakukan dari para ilmuwan tersebut adalah untuk bisa mengimbangi dari teknologi  yang di  sebut dengan Light Fidelity (LiFi). Dari suatu teknologi baru tersebut yang nantinya akan bisa menyuguhkan dari layanan internet yang bisa sampai tinggi kecepatanya. Selain itu bisa di gunakan dari banyak orang juga. Mengerti kalau saat ini internet sudah menjadi modal mati yang harus terpenuhi dari banyak di kehidupan manusia pada umunya.

Seperti yang sudah di sebutkan dalam laporan Damn Geeky, untuk hari kemarin, Sabtu (26/10/13) di mana hanya menggunakan dari satu watt bohlam LED, dengan sangat membanggakan empat dari perangkat komputer yang  saling berdekatan dan terhubung akan bisa menggunakan suatu internet tersebut. Lebih hebatnya lagi dari metode baru tersebut yang sudah memberikan suatu kecepatan akses lebih tinggi dari apda dengan sinyal WiFi. Apalagi lebih mudah dan murah dari WiFi.

Dari adanya ini langsung di buktikan dengan percobaan bola lampu yang sudah di tanami dengan adanya microchip yang mampu untuk menghasulkan kecepatan yang sangat tinggi untuk transfernya. Perlu di tekankan kecepatannya bisa mencapai 150 Mbps untuk transfer datanya.dari adanya suatu kecepatan yang ada di negara China tersebut masih kalah dengan adanya hasil dari bohlam LED tersebut.

Mengerti dari itu, tentu saja dari teknologi ini memang harus dapatkan potensi yang sangat tinggi untuk di gunakan dalam masa yang akan datang. Yang masih menjadi penasaran bagaimana nantinya bisa di publikasikan, jika yang menggunakan bukan orang ilmuwan.

About The Author

Reply