Kabar Teknologi – Facebook Sensor Grup Penyedia Obat Aborsi

Facebook telah mensensor halaman organisai yang membantu wanita untuk mendapatkan pil aborsi. Dengan mengutip salah satu kebijakannya untuk melawan upaya promosi atau dorongan untuk menggunakan obat-obatan terlarang.

Women on Web, yang berbasis di Amsterdam telah membantu menghubungkan wanita dengan dokter yang didapat memberikan pil aborsi jika mereka tinggal di negara-negara di mana akses aborsi dibatasi. Ini adalah organisasi sister dari Women on Waves, yang menyediakan aborsi dan layanan kesehatan reproduksi lainnya di kapal yang berada di perairan internasional.

Women on Waves telah mengumumkan bahwa halaman tersebut telah tidak dipublikasikan di akun Facebook nya sendiri, dengan tulisan: “Women on Web memberikan informasi yang menyelamatkan jiwa bagi ribuan wanita di seluruh dunia. Halaman Facebook menerbitkan berita, informasi ilmiah dan protokol Organisasi Kesehatan Dunia dan Women on Web telah menjawab lebih dari setengah juta email dengan wanita yang membutuhkan informasi ilmiah dan akurat yang penting untuk kesehatan dan kehidupan mereka.”

“Kami berharap Facebook akan membatalkan tindakan ini segera, karena akses terhadap informasi adalah hak asasi manusia,” tambah pernyataan tersebut.

Ini adalah serangkaian penyensoran kedua antara Facebook dan Women on Web. Pada bulan Januari 2012, Facebook menghapus foto profil pendiri dan direktur dari grup tersebut, Dr. Rebecca Gomperts. Gambar tersebut berisi petunjuk untuk mendorong aborsi menggunakan Misoprostol. Akun dari Gomperts sendirit telah terkunci selama dua hari setelah kemudian memasang kembali gambar tersebut, namun Facebook kemudian meminta maaf dan mengambilkan citra dan akunnya. Facebook sendiri tidak secara langsung meresepon permintaan dari komentar tersebut.

Dengan pengguna layanan yang hampir berjumlah 2 miliar, situs media sosial tersebut memainkan peran penting dalam menyebarkan berita dan informasi di seluruh dunia. Tapi Facebook telah berjuang untuk memenuhi permintaan yang bersaing untuk memungkinkan arus informasi yang bebas sambil menindak materi grafis, seperti pembunuhan bayi yang terekam di negara Thailand pada bulan April yang lalu.

Pada tahun 2016 silam, perusahaan tersebut menghadapi kecaman internasional atas keputusannya untuk menyensor foto Vietnam yang terkanal dari seorang gadis telanjang yang melarikan diri dari serangan Napalm. Facebook kemudian mengubah kebijakannya untuk memungkinakn penilaian editorial tentang isu-isu terbaru.

About The Author