Kabar Teknologi – Galaxy Note 7 Mati, Bagaimana Samsung Kedepannya?

 

Tidak ada yang menyangka secepat itu umur galaxy note 7 yang telah dikembangkan oleh pihak Samsung. Saat itu telah diluncurkan sekitar pada bulan Agustus 2016. Hanya ada 2 bulan saja bagi para vendor korea selatan untuk bisa mengakhiri produksinya dan penjualannya.

Hal tersebut terjadi sejak pada tanggal 24 Agustus kemarin atau sekitar 1 minggu seteah ponsel ini dijual. Saat itu, dari pihak konsumen yang berasal dari Amerika dan juga Australia telah melaporkan adnaya ledakan yang berasal dari pengguna Galaxy Note 7.

Nah, setelah diselidiki Samsung memang menarik dari Galaxy note 7 itu yang sudah terlanjur kebali pad aversi aman. Nah, sayangnya hal tersebut ternyat malah membuat Glaxy Note 7 tidak selamat. Padahal dari beberapa analisis telah memprediksi bahwa smartphone tersebut akan meledak dari penjualannya. Walaupun memang disaat itu, Samsung diterpa isu adanya kesulitan bahan bakunya.

Dan salah satu kendalanya adalah menampilkan lingkungan di tepi ponsel layar ponselnya. Sebenarnya dari seri galaxy note 7 itu bukanlah pernagkat yang pintar untuk pertama kalinya yang memang di desain dengan lengkungan di tepi layarnya.

Nomura CW Chung seorang Analisis juag telah mengatakan adanya kendala pasokan yang seharusnya bukan menjadi salah satu resiko utama untuk sebuah perusahaan sekelas Samsung. Melainkantelah dikenal sebagai sebuah produksen ponsel. Samsung juga sudah menjadi produsen untuk elemen kecil di dalam ponsel yang seperti saja display layar dna juga chipset.

“Pasokan dari bahan bakunya memang seharusnya bukan menjadi kendala utamanya bagi pihak Samsung, saya merasa ada hal lain yang memang disembunyikan dari perusahaan yang terait dengan adanya proses penjualan dan produksi,” jelas Nomura seperti yang sudah di kutip dalam laman cnnindonesia.com pada hari Kamis, 13/10/2016.

Hal itu memang sudah membuat Samsung menjadi mengalami Kerugian. Dari perusahaan finansial credit Suisse sudah menduga bahwa Samsung akan mengalami kerugian sebesar 17 miliar dollar ataupun sekitar 221 triliun karena gagal telah menjual galaxy Note tersebut.

Dari kerugian tersebut memang dari prediksi dari credit Suisse yang telah mengatakan bahwa Samsung sudah benar-benar berhenti untuk menjual galaxy note 7 tersebut, dan hal itu berarti dari pihak Samsung telah mengalami kehilangan penjualan yang mencapai 19 juta unit smartphone yang setara dengan US$ 17 miliar yang sudah diharapkan Samsung dari adanya siklus produk tersbeut.

Be Sociable, Share!