Kabar Teknologi – Indonesia Memiliki Hutang Pajak Sampai Rp. 3 Trililun

 

Setelah adanya persoalan tunggakan pajak yang dilakukan dengan pihak Google sudah menemui kesepakatan,maka saat ini DJP atau Direktorat Jenderal Pajak saat ini sudah mulai mengincar surat ke pihak Fecebook untuk bisa membicarakan utang pajak mereka yang ada di Indonesia.

Seperti yang dikutip dari kompas.com pada hari 26/11/2016 Muhammad Haniv selaku Kelapa Kanwil Direktyorat Jend.Pajak Jakarta telah engatakan telah mengirimkan sebuah surat kepada kantor Facebook yang ada di Irlandia untuk bsia berdiskusi tentang permasalahan tunggaan pajak tersebut, dan juga mencari tahun tentang kepentingan bisnis facebook yang ada di Indonesia.

Utang pajak facebook yang ada di Indonesia sendiri bagi Haniv telah diperkirakan diantaranya Rp. 2 trilliun sampai juag  Rp. 3 Triliun, termasuk juga untuk denda keterlambatan dalam pembayarannya. Facebook juga diketahui mulai membukasebuah kantor perwakilan facebook yang ada di Indonesia yang ada di lokasi pada kawasan Mall Pasific Place yang ada di Sudirman Central B.D Jakarta Selatan.

Juru bicara facebook yang berasal dari Indonesia, Yunita p. telah menolak untuk memberikan pernyataan resmminya disaat meminta keterangan soal tunggakan pajak tersebut. Selain dari facebook dan juga Google, ternyata DJP saat ini mengincar utang pajak perusahaan OTT asing yang lainnya, termasuk juga dari Apple, Yahoo. Dan juga Twitter.angkah itu telah dilakukan untuk bisa meningkatkan pendapatan negara dan juga mennekan deficit anggaran yang ada di bawah 3 %.

Untuk kasus dari utang pajak Google yang ada di Indenesia itu sendiri, Dir.pajak telah menawarkan penyelesaikan pajak dan juga tax settlement di raksasa mesin pencari itu. angka dari kesepatakan yang dikatakan kurang besar US$ 73 juta AS dan itu setara Rp. 988 miliar. Perkiraan itu bisa saja akan melebihi angka yang sudah di sepakati namun dpaat juga kurang.

“dipertimbangkan juga sebagai pengammpunan pajak untuk Google,” jelas Haniv. Apabila dalam proses menuju kesepakatan itu akan berjalan lancar, dari pemerintahan Indonesia dapat lebih genjar lagi utang pajak dari sebuah perusahaan teknologi lainnya seperti Twitter dan Facebook.

Haniv juga akan mengatakan negoisasi dengan pihak Google soal pembayaran  utan pajak yang diperkirakan akan selesai di akhir tahun 2016.

Be Sociable, Share!

 
2  

Tags

, ,

Related Posts

  • No Related Posts

About the author