Kabar Teknologi – Jawaban Bos Telkom Terkiat Misteri Status dari Satelit Telkom 1

 

Gangguan yang telah terjadi pada satelit Telkom 1 sampai dengan saat ini masih terus jadi sorotan. Terkait adanya anomaly semenjak Jum’at 25/8/2017 yang lalu, status orbit satelit pun masih menjadi misteri.

Pada konferensi pers yang berlangsung di Gedung Kemeterian Komunikasi dan Informatika pada Rabu 30/8/2017. Alex Sinaga selak Direktur Utama Telkom, tidak menyangkal misteri atas keberadaan Telkom 1 pada orbitnya.

“Secara fisiknya mungkin iya, namun tolong bedakanlah fisik degan administratif,” ungkap Alex.

Satelit Telkom 1 yang telah meluncur di angkasa pada 12 Agustus 1999. Satelit tersebut memiliki hak untuk mengorbit pada slot 108 derajat BT. Tetapi karena insiden tersbeut, keberdaan Telkom 1 atas orbit yang sebenarnya masih menjadi pertanyaan.

Meski pun secara fisik masih belum diketahui, Alex pun menegaskan secara administratif bila slot orbit 108 masih dimiliki Telkom. Pihak Telkom dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika tengah mengupayakan slot itu di susped supaya tidak diklaim oleh negara lain.

Selain Telkom, pemerintah pun tidak ingin kehilangan slot orbit tersebut sebab untuk memperolehnya kembali membutuhkan proses yang begitu panjang pada Internasional Telecommunication Union atau ITU. ITU merupakan badan PBB yang telah mengurusi telekomunikasi.

“Tidak bolah dipakai oleh orang lain, tetap dialokasikan pada Indonesia serta akan ditempati satelit Telkom 4 pada tahun depan,” tambah Alex.

Dampak dari gangguan Telkom 1 telah membuat Telkom mengalihkan layanannya pada satelit lain yang dimilikinya, mulai Telkom 2 serta Telkom 3S. Meski pun demikian, pihak Telkom masih perlu untuk menyewa transponder satelit asing.

“Satelit asing yang telah dipakai ada 2, yaitu ChinaSat dan Apstar,” kata Alex.

Apstar sendiri merupakan operator satelit komunikasi di China, sama halnya dengan satelit ChinaSat. Untuk melakukan penyewaan tansponder dari kedua satelit tersebut, Telkom pun harus bersedia untuk mengeluarkan biaya. Terkait akan biaya sewa yang dikeluarkan, pihak Telkom pun enggan untuk menyebutkan jumlahnya.

“Saya enggak begitu hafal kisarannya,” kilah Abdus Somad Arief selaku Direktur Wholesale dan Layanan Internasional.

“Apabila satu satelit miliaran, namun inikan enggak, hanya sebagian saja, lainnya juga masih memakai milik Telkom sendiri,” jelasnya.

Be Sociable, Share!