Kabar Teknologi – Jerman Tengah Menguji Software Pendeteksi Wajah Para Pelaku Terorisme

Jerman akan segera menguji pemakaian teknologi software pendeteksi wajah di musim panas ini. Teknologi itu diprediksi membantu pihak kepolisian dalam mengidentifikasi serta menemukan tersangka terorisme yang lebih cepat.

Thomas de Maiziere selaku Menteri Dalam Negeri Jerman telah mengatakan bahwasannya piranti lunak itu akan segera diuji dengan sejumlah para sukarelawan yang ada di stasiun Suedkreuz Berlin.

Maiziere telah mengatakan apabila pengujian tersebut sudah berhasil, pemasangan pendeteksi wajah itu selanjutnya akan diperluas menuju daerah lain serta dipergunakan pula sebagai salah satu alan untuk investigasi kriminal.

“Kami telah mempunyai video pengawas pada stasiun kereta, sudah tentu saja. Tetapi kami tak mampu, misalnya untuk bisa menangkap gambar teroris yang tengah berlari menuju software guna memperingatkan kami kapankan dirinya akan muncul pada stasiun,” ungkap Maiziere ketika diwawancarai oleh surat kabar Tagesspiegel.

“Apabila software tersebut sudah terbukti handak, maka seharusnya mampu dipergunakan untuk memproses kejahatan berat pada tempat lain yang juga dilengkapi dengan kamera pengawas,” imbuhnya.

Berdasarkan laporan dari Tagesspiegel, system baru tersebut telah dinilai tak akan mengalami hambatan hukum sebab pemakaiannya terbatas serta sasaran tersangka. Sehingga, pemakaian software itu tak akan melanggar akan kebebasan sipil merka yang tak terlibat pada proses investigasi.

Jerman sudah mengalami sejumlah serangan terror semenjak musim panas yang lalu. Salah satu serangan mematikan yang telah terjadi di pasar Berlin Christmas pada tahun 2016 lalu. Pada waktu itu, salah seorang teroris dari Tunisia telah melakukan pembajakan pada sebuah truk serta menabrakkannya pada kerumunan orang. Atas tindakan tersebut, 12 orang telah meninggal dunia.

Tersangka mampu melarikan diri dengan naik bus serta melanjutkannya dengan menaiki kereta api. Dirinya diketahui telah melintasi sejumlah perbatasan sebelum pada akhirnya berhasil ditembak mati oleh pihak kepolisian pada sebuah stasiun kereta api yang berada di Milan.

Apabila teknologi ini memang benar berhasil, maka tentu saja akan mampu membantu pihak kepolisian dalam mengungkap atau pun menangkap para pelaku terror yang telah berusaha untuk melarikan diri.

 

About The Author