Kabar Teknologi – Jualan Gadget Dengan Harga Miring , Ternyata Abal-Abal

Seperti dari telepon genggam yang saat ini sudah di anggap menjadi kebutuhan primer dari banyak masyarakat kota dan desa. Mengerti dari Data Badan Pusat Statistik presentasi rumah tangga yang mempunyai dan berhasil menguasai telepon seluler bisa mencapai 90,61 untuk penduduk yang berada di perkotaan, sementara yang ada di pedesaan 76,54. Akan tetapi mengertikan anda jika memang dari 30 persen ponsel yang beredar di pasaran abal-abal alias barang tiruan.

Untuk pekan lalu, adanya suatu tim Kementrian Perdagangan, yang memang sudah terbang ke Tanjung Pinang, Kep Riau untuk memberikan suatu pengawasan barang beredar. Untuk di salah satu pusat perbelanjaan, dan contohnya dari tim sudah membeli adanya suatu telepon genggam Samsung Galaxy Note 3 dengan mendapatkan suatu harga yang sangat miring. Bisa di ketahui di pasaran yang harganya di atas Rp 6 Juta.

Seperti dari Tim Kemendag yang hanya perlu keluar kocek yang sangat dalam untuk bisa mendapatkan suatu produk tersebut. Hanya di sekitar banderol 1,3 Juta atau juga lebih kecil lagi anda akan bisa mendapakan model yang sama dengan yang aslinya.

Dengan kasat mata jika orang awam akan bisa mendapatkan suatu produk elektronik tersebut, tentunya tidak akan dapat mengerti perbedaan dengan yang asli. Mengerti dari segi fisik keduanya memang hampir sama.

Tren impor dari ponsel pintar dan juga dari tablet selama lebih tiga tahun terakhir akan bisa selalu meningkat. Sepajang dari tahun 2012, impor tablet, dan laptop, bisa juga dari tablet yang mengalami suatu peningkatan lebih banyak. Lebih dari 53 unit, dengan mempunyai nilai USD 2 miliar. Akan tetapi kementrian perdagangan yang sudah memberikan sinyalir dengan 30 persen barang yang sudah teresebar di seluruh Indonesia itu adalah barang illegal dan hanya abal abalan.

Anda bisa mengerti kalau di penjualan online banyak yang menawarkan harga ponsel,tablet dengan harga murah harus bisa berhati hati.

About The Author