Agen Bola Terpercaya Agen Bola Terpercaya

Kabar Teknologi – Kekhawatiran India Atas Bocornya Identitas Warga

Pejabat India yang bertanggung jawab atas skema identitas biometrik yang kontroversial telah mengajukan keluhan terhadap polisi. Setelah sebuah laporan bahwa data pribadi warga negara tersebut dijual dengan harga hanya 500 rupee atau setara $ 7,8 secara online.

Otoritas Identifikasi Unik India (UIDAI) menginginkan penyelidikan terhadap “akses yang tidak sah” ke database-nya. Pihak yang berwenang mengatakan bahwa data biometrik tersebut berada dalam kondisi yang aman.

Surat kabar Tribune mengklaim bahwa mereka membeli rincian pengguna melalui oknum yang mengaku agen dengan mengiklankan jasanya melalui aplikasi media sosial pesan teks WhatsApp. Laporan tersebut merupakan pengungkapan terakhir yang menentang sistem biometrik UIDAI yang dikenal sebagai Aadhaar, yang berarti pondasi.

Dikatakan bahwa setelah membayar agen tersebut, pengguna jasa akan diberi nama pengguna dan kata kunci yang memungkinkan mereka memasukkan nomor Aadhaar ke situs UIDAI dan mendapatkan akses ke informasi pengguna termasuk nama, alamat, foto, nomor telepon dan alamat email.

Laporan tersebut menambahkan bahwa pembayaran 300 rupee lebih lanjut menyediakan “perangkat lunak” yang memungkinkan mereka mencetak kartu Aadhaar yang kemudian akan menjadi nomor mereka.

UIDAI mengatakan bahwa pelanggaran tersebut tampaknya merupakan penyalahgunaan skema pengesahan keluhan yang memungkinkan agen Aadhaar untuk memperbaiki masalah seperti perubahan alamat dan ejaan salah dari nama seseorang.

Namun, ia menambahkan bahwa skema tersebut tidak memberikan akses ke rincian biometrik seseorang.  Pengungkapan dalam laporan tersebut menjadi berita utama di India, dengan banyak media sosial mengungkapkan keprihatinan atas keamanan data pribadi mereka.

Aadhaar memulai program sukarela untuk membantu mengatasi kecurangan, namun baru-baru ini telah dibuat wajib untuk mengakses skema kesejahteraan.

Kritikus telah berulang kali memperingatkan bahwa skema tersebut menempatkan informasi pribadi pada risiko dan telah mengkritik upaya pemerintah untuk secara wajib menghubungkannya ke rekening bank dan nomor telepon genggam.

Pemerintah selalu berkeras bahwa data biometrik berada dalam kondisi yang aman dengan memiliki kemanan data yang telah terenkripsi, dan siapa pun yang dinyatakan bersalah karena membocorkan data identitas dapat dipenjara dan dikenai didenda.

Kasus yang menantang kewajiban data tersebut dalam keterkaitan terhadap rekening bank masih menunggu hasil daru keputusan Mahkamah Agung negara tersebut.

Agen Bola Terpercaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *