Kabar Teknologi – Masyarakat Indonesia Sudah Terbelah di Media Sosial Semenjak Pilgul DKI 2012

Nukman Luthfie selaku pegiat media sosial telah menyatakan apabila masyarakat Indonesia sudah terbelah menjadi dua di dunia maya. Apa yang diungkapkan oleh Nukman itu berdasarkan pada analisis percakapan yang terjadi di media sosial.

Nukman pun melihat adanya tren polarisasi opini yang mulai terjadi pada pemilihan Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta 2012 diantara Calon Gubernur Fauzi Bowo dan Joko Widodo. Ketegangan pun mulai menguat semenjak pemilihan presiden 2014 serta memuncak pada saat pemilihan Gubernur DKI Jakarta pada tahun ini.

“Di dunia maya atau media sosial, memang kita telah terbelah menjadi dua. Masing – masing pihak pun saling menuding bahwa lawannya telah menyebarkan hoax,” ujar Nukman pada sebuah diskusi Bedah Fatma MUI ang beralangsung di Galeri Nasional pada Jum’at 9/6/2017.

Berdasarkan pengamatannya, belakangan ini masyarakat telah menikmati konten opini jika dibandingkan dengan berita yang telah terverifikasi. Dirinya pun mencontohkan bagaimanakah situs opini Seword yang telah dibaca oleh lebih banyak orang dibandingkan dengan media online. Tetapi Seword hanyalah satu dari sekian banyaknya situs opino yang telah dimaksudkan.

Situs yang kerap kali menyebarkan opini menurut Nukman telah menjadi masalah, sebab tulisan opini tersebut telah dianggap menjadi kebenaran, sehingga ada banyak yang telah berlomba – lomba untuk membagikannya kepada orang lain.

“Padahal yang terjadi, mereka akan lebih sulit untuk bisa dimintai pertanggungjawaban dibandingkan dengan media mainstream,” imbuh Nukman.

Agar bisa membuktikan klaimnya itu, Nukman pun melakukan riset sederhana, yakni dengan melalui kata kunci pada mesin pencari. Nukman pun mencoba sejumlah kata kunci, yakni ‘Pancasila’, ‘Jokowi’ dan ‘Indosat’ pada mesin pencari terkenal atau Google. Dan hasilnya ialah yang muncul merupakan sejumlah situs opini pada lima besar hasil dari pencarian.

Pengamatannya itu juga menyebutkan apabila media sosial telah menjadi salah satu sumber informasi yang utama oleh sebagian masyarakat. Media sosial telah bersaing dengan salah satu media tradisional, misalnya televisi.

Bahkan, survey dari Nielsen di kuartal pertama 2015 silam, telah menunjukkan mayoritas dari generasi Z yang memiliki usia 15 – 20 tahun telah mempunyai media sosial untuk menjadi sumber informasi primernya.

About The Author