Kabar Teknologi – Perlu Evaluasi Sebelum Menetapkan Batas Tarif Internet

Tegus Prasetyo selaku Kepala Strategis Masyarakat Telematika Indonesia telah menyatakan apabila perlu adanya evaluasi pada industri telekomunikasi terkait atas penetapan batas tarif internet. Secara prinsip, Tegus pun memberikan dukungan peran regulator pada penerapan batas tarif data internet. Tetapi, dirinya pun tetap berpendapat apabila perlu terdapat alasan yang kuat sebelum akhirnya pemerintah yang harus turun tangan.

“Memang harus ada evaluasi terlebih dahulu. Apakah pada saat ini industri telekomunikasi telah masuh pada kategori yang harus diselamatkan, secara khusus pada layanan mobile data,” kata Teguh.

Teguh juga menambahkan apabila pada saat ini, terdapat enam operator seluler yang telah beroperasi untuk menyediakan layanan internet. “Semua operator juga harus dianalisis secara saksama dan adil,” ujar Teguh.

Penetapan batas bawah pun bisa ditempuh guna menyelamatkan industri telekomunikasi dari terjadinya perang tariff yang bisa menguntungkan konsumen namun bisa merugikan operator. Hal itu terjadi karena terdapat titik dimana pendapatan itu cenderung stagnan, tetapi biaya produksi tidak pernah mengalami penurunan.

“Pada titik inilah, keberadaan dari pemerintah sebagai regulator pun dipastikan perlu hadir guna menyehatkan kembaIi industry yang sudah dibawahinya serta saya sendiri merasa apabila industry penerbangan pun juga telah menerapkan hal ini pada beberapa tahun yang lalu,” tambah Teguh.

Tetapi KPPU menilai apabila penetapan batas bawah pada layanan data operator telekomunikasi, masih belum dibutuhkan. Karena, penetapan batas bawah tersebut justru akan memberikan dampak yang buruk untuk indutri telekomunikasi pada jangka panjang. Apabila itu dibiarkan, maka juga dianggap bisa berdampak buruk terhadap ekonomi nasional secara keseluruhannya.

“Setidaknya ada 5 pertimbangan, kenapa kebijakan batas bawah tarif layanan komunikasi data tak diberlakukan,” ungkap Syarkawi Rauf selaku Ketua KPPU.

Pertama kerena operator telekomunikasi memiliki tarif yang berbeda. Tarif tersebut tergantung strategi dari setiap perusahaan. Kedua, penetapan batas tidak bisa menyetarakan seluruh pelaku usaha. Penerapan batas bawah bisa menjadi penghambat dari operator telekomunikasi yang efisien menjadi alasan ketiga. Kemudian penetapan tarif bawah juga dinilai bisa menghilangkan kesempatan dari masyarakat untuk memperoleh tarif termurah. Terakhir, kebijakan batas tariff bawah bisa menjadi pendorong inflasi. Karena bisa saja pelaku usaha minta kenaikan batas tarif bawah itu secara berkala.

About The Author