Kabar Teknologi – Ridwan Kamil : Berhati-hatilah Bersosial Media Saat Ini

Seperti dari Ridwan Kamil yang sudah menjadi Wali Kota Bandung telah menegaskan kepada para masyarakat untuk bisa lebih berhati-hati dalam mengungkapkan suatu ekspresi berada di media social. Hal tersebut yang di sebabkan karena undang-undang mengatur berada di dalamnya. Dan ingin perlu di ketahui dari semua orang.

Hal tersebut yang sudah di katakan oleh Ridwan Kamil yang dimana sudah sering di sebut dengan nama Ridwan, terkait dengan ulah yang sudah di lakukan oleh pemilik akun twitter @Kemalsept. Di mana pemilik akun @Kemalsept tersebut yang sudah memberikan suatu hinaan kepada Wali Kota Bandung bersama dengan keadaan kotanya.

“Inti yang saya tekankan adalah untuk bisa lebih berhati-hati dalam menulis status berada di media social, karena semua itu sudah di atur berada di dalam undang-undang,” ujar dari Emil yang di sebutkan kepada wartawan untuk hari ini, Sabtu (6/9/14).

Dengan menggunakan akun twitternya, Emil yang akan langsung memperkarakan @kemalsept atas perbuatannya tersebut mengenai masalah dirinya menghujat berada di akun twitternya.

Nantinya @kemalsept akan mendapatkan Pasal 27  Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008.

Dalam pasal tersebut, yang sudah di katakan kalau orang yang sengaja entah tidak sengaja melakukan penyebaran seusatu melanggar kesusilaan di dunia maya, diancam pidana pasal 45 ayat 1, yakni pidana penjara paling lama enam tahun atau denda paling banyak Rp1 miliar

“Memang tidak boleh untuk seenaknya, seolah-olah tidak akan menuntut akan hak dan kewajibannya,” ujar dari Ridwan Kamil menjelaskan.

Emil sendiri yang masih belum mengajukan laporan resmi kepada pihak kepolisian terkait dengan suatu hal ini. Akan tetapi jika nantinya jadi di laporkan pemilik dari akun @kemalsept akan mendapatkan nasib sama seperti yang di dapatkan baru baru ini oleh seorang mahasiswa dari S2 Universitas Gajah Mada, Florence Sihombing yang terjerat UU ITE yang juga sama memberiakn perkataan menghujat kepada warga Yogyakarta dan kota Yogyakarta. Dan saat ini sudah di polisikan.

About The Author