Kabar Teknologi – Seorang Peneliti Telah Temukan Oksigen Bumi Bocor ke Bulan

Ada sekelompok peneliti yang berasal dari jepang telah mengonfirmasikan adanya oksigen pada permukaan Bulan. Dari keberadaan oksigen pada bulan di duga sudah dari 2,,4 miliar tahun silam yang silam semenjak dari kehidupan Bumi yang baru saja terbentuk.

Dari tim penelitian yang telah dipimpin astrofisikawan pada Kentaro terada dari Universitas Osaka telah menemukan sebuah bukti dari perjalanan oksigen Bumi akan menuju Bulan dari setelah meneliti pada data orbit bulan yang telah idkumpulkan dari wahana antariksa Kaguya dari Jepang.

Teradadan juga timnya telah menyadari pad atiap kali wahana yang telah melintasi sebuah orbit di BUlan pada area plasma Bumi  pada ruang kososng diantara Bumi dan juga bulan, ada sebuah partikel oksigen yang memiliki kadar tinggi  yang memang terjebak. Detector plasma kaguya lalu mengumpulkan oksigen tersebut.

Dan uniknya, oksigen tersebut memang hanya ditemukan disaat kaguya melintasi area plasma Bumi saja. Terada dan bersama dengan para kolagennya akhirnya yakin & juga menarik kesimpulan bahwasannya oksigen itu memang saja ada dari bumi. Dugaan oksigen yang telah berkelana dari bumi menuju bulan sebenarnya memang sudahcukup lama. Namun saja, tim peneliti tak begitu yakin dengan adanya kemungkinan itu ada datang sebuah badai partikel dair matahari yang bisa saja menerjang ke arah bumi dan juga bulan.

Namun, dari hasil penelitian yang sudah diterbitkan dari Nature Astronomy itu telah menyebutkan bahwa ekor magnet bumi tak  terjangkau pancaran matahari yang mencegah semburan pastikel yang sudah mengintervensi perjalanan ksigen dari bumi ke bulan.

Dari temuan itu maka bsia membuka kemungkinan jika pada bagian permukaan bulan, memang secara teknis hanya dari bongkahan batu yang mati, mamiliki potensi kehidupan. “Oksigen biogenic sudah mengontaminasi permukaan bumi,” jelas terada seperti yang telah dilansir dalam kompas.com pada hari Rabu, 01/02/2017.

Kemungkinan terjadi dikarenakan bahwa oksigen bumi telah bocor ke bulan dan sama-sama berasal dari adanya proses biologis misalnya saja fotosintesis.

Dari temuan itu tim peneliti telah menyakini bahwasannya ion dengan adanya kadar setinggi itu dapat menembus dari lapisan permukaan bulan. Dari hal itu telah menjelaskan bahwa jenis oksigen yang telah ditemukan pada batuan bulan adalah serupa dengan oksigen pada lapisan ozon bumi.

Bulan itu telah diperiksa adanya hasil dari tubrukan antara bumi dengan beberapa objek angkasa yang seukuran Mars 4 miliar tahun silam. Di dalam perjalanan bumi dan juga bulan memiliki hubungan yang saling mempengaruhi misalnya ketinggian gelombang laut dari jarak bulan  yang memang normalnya dari jarak 386 ribu km.

About The Author