Kabar Terbaru – Lumba-Lumba Bantu Tim SAR Mencari Jenazah

Hewan mamalia seperti lumba-lumba yang sudah di kabarkan telah membantu untuk penemuan dua orang jenazah yang telah menjadi korban ombak yang ada di Pantai Bajul Mati, Kab malang, Jawa Timur. Lumba-lumba laut sudah di kabarkan muncul pada saat sebelum penemuan jenazah dar tim SAR Gabungan.

Bowo, yang menjadi paman dari salah satu korban yang bernama Arifin, menyebutkan adanya seekor lumba-lumba yang telah muncul dalam permukaan dan memberikan petunjuk dengan menggunakan siripnya sebanyak dua kali. Tidak lama kemudian, pada akhirnya jenazah dari Arifin berhasil untuk muncul ke permukaan dan langsung di temukan oleh Tim SAR Gabungan.

“Adapun munculnya dari lumba-lumba itu sudah saya mengerti dari radio komunikasi HT atau handy talky milik Tim SAR. Saya sendiri sudah menjadi wakil dari pihak keluarga korban ada di tepi pantai selama proses pencarian,”  terang dari Bowo pada saat ada di dalam kamar mayat RS Syaiful Anwar Malang berada di hari kemarin Sabtu (2/1/16).

Tim SAR yang kemudian langsung berkeliling berada di lokasi penemuan jenazah Arifin dan mengharapkan akan bisa mendapatkan korban yang lainnya. Tidak berselang lama kemudian, dari lumba-lumba itu langsung kembali muncul tidak jauh dari lokasi yang sama. Setelah dari kemunculan tersebut, di temukannya Toni Wijaya juga sudah terlihat mengambang berada di permukaan laut dan langsung di evakuasi oleh gabungan tim SAR.

“Saya sendiri tidak mengerti apakah dari lumba-lumba itu akan bisa mendorong tubuh kedua orang dari dalam laut atau seperti bagaimana caranya. Yang terpenting hewan itu sudah memberikan bantuan kepada kami,” terang dari Bowo menjelaskan.

Aprilianto yang saat ini menjadi Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) dari Malang memberikan pengakuan tidak mendapatkan laporan dari tim SAR akan kemunculan dari hewan mamalia itu sebelum di temukannya jenazah.

“Saya sendiri tidak bisa dengarkan informasi tersebut. Akan tetapi bisa jadi dari lumba-lumba itu telah muncul,” tambah dari Aprilianto menambahkan.

About The Author